/assets/uploads/media/Proyek%20Modernisasi%20Pengadaan.jpg
KEGIATAN PROFESIONALISASI PENGADAAN

Di Indonesia, pengadaan belum menjadi fungsi yang mapan dalam pelayanan publik. Pemerintah Indonesia telah menetapkan pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di tingkat lokal dan nasional yang menjadi tempat profesional pengadaan untuk menyediakan layanan pengadaan terpusat. Meski telah ada ULP yang dibentuk, kebanyakan belum memenuhi persyaratan bagi fungsi pengadaan modern. Masih belum jelas pula, bagaimana cara mengorganisir dan mendefinisikan peran serta tanggung jawab ULP dalam struktur unit pengguna anggaran.

Profesionalisasi dapat mengubah hal ini, karena profesionalisasi adalah unsur kunci untuk mengubah insentif dalam sistem pengadaan serta dapat mencegah korupsi. Selain itu, kontrol pascapengadaan yang lebih efektif — seperti audit pengadaan dan keuangan, serta basis data kinerja sistem pengadaan — juga diperlukan untuk memastikan kinerja kelembagaan yang lebih baik.

Hal penting lainnya dalam agenda reformasi pengadaan Indonesia adalah pembangunan tenaga kerja yang profesional, penciptaan peran dan struktur terlembaga yang memberi kewenangan cukup agar praktek yang baik (good practices) dapat terlaksana, dan penyediaan jenjang karir sebagai insentif, sembari juga menguatkan alat dan kontrol untuk mencapai efisiensi.

Dalam kegiatan ini, Proyek Modernisasi Pengadaan melaksanakan komponen yang saling terkait sebagai berikut:

  1. Penguatan Kelembagaan ULP
    Asistensi agar ULP menjadi mandiri dan permanen, didukung staf penuh waktu, diperkuat jabatan fungsional, dan bekerja dengan basis manajemen kinerja pelayanan.
  2. Pengembangan Sumber Daya Manusia
    Peningkatan kapasitas agar staf ULP lebih professional, terampil melaksanakan proses pengadaan dengan berorientasi nilai tambah dan mampu menggunakan perangkat yang sesuai.
  3. Sistem Informasi Manajemen Pengadaan (PMIS)
    Memperkuat sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui: data warehouse dan business intelligence, e-katalog, e-contract management pengadaan barang dan jasa.
  4. Kontrak Katalog
    Mempersiapkan percontohan kontrak katalog di tingkat nasional dan lokal untuk didaftarkan dalam sistem e-katalog. Sistem pengadaan ini menghemat waktu, energi, dan biaya bagi pengadaan barang/jasa yang rutin dan tersedia bebas di pasar seperti seragam dan peralatan kerja.