Definisi

Pengertian Bentang Alam

Investasi Proyek Kemakmuran Hijau bertujuan mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan yang lestari dalam berbagai bentang alam terpilih. Unsur-unsur biofisik, administratif, dan sosial harus digunakan saat menetapkan suatu bentang alam, sembari mempertimbangkan skala tata ruang.

Badan Pangan Dunia (FAO) menjabarkan tiga prinsip penentu untuk mengenali bentang alam pembangunan, yaitu:

  • Struktur
    Hal ini menyangkut interaksi antara ciri-ciri lingkungan hidup, pola penggunaan lahan, dan obyek buatan manusia.
  • Fungsi
    Penyediaan layanan lingkungan hidup bagi masyarakat.
  • Nilai
    Nilai-nilai yang disematkan masyarakat pada bentang alam pertanian serta biaya untuk menjaga dan meningkatkan penyediaan bentang alam oleh pertanian.

Penetapan bentang alam pembangunan yang tepat bergantung pada ketiga unsur konseptual tersebut yang dikombinasikan dengan lima unsur berikut:

  • Tujuan-tujuan bersama manajemen
  • Pola-pola di lapangan, ladang, dan hutan
  • Interaksi ekologis, sosial, dan ekonomi
  • Proses-proses kolaboratif yang melibatkan masyarakat
  • Pasar dan kebijakan publik

 

Tujuan

Mengapa Pendekatan Bentang Alam Diperlukan untuk Kemakmuran Hijau?

Kemakmuran Hijau bergantung pada kualitas barang dan jasa ekologis yang diperoleh dalam bentang alam tertentu. Oleh karena itu, Kemakmuran Hijau tercipta ketika terjadi investasi yang layak dalam bentang alam yang menggunakan barang dan jasa tersebut sebagai masukan bagi kegiatan ekonomi, seperti penyediaan energi terbarukan atau perbaikan praktik pengelolaan sumber daya alam.

Pendekatan bentang alam sebagai sebuah strategi investasi untuk mencapai tujuan-tujuan kemakmuran hijau memberikan keunggulan nyata dibandingkan pendekatan konvensional yang hanya fokus pada sektor tertentu, seperti kehutanan, pertanian, perikanan, tanah, dan pengelolaan sumber daya air. Pendekatan bentang alam pada tahap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ekonomi dapat memberikan insentif bagi masyarakat, ekosistem setempat serta ekonomi.

Inti dari Proyek Kemakmuran Hijau adalah siklus positif yang tercipta antara lingkungan hidup dan pertumbuhan yang lestari. Menggalakkan ketergantungan antara kesehatan ekologis dan pertumbuhan ekonomi menjadi kunci untuk mencapai kesejahteraan hijau yang memperkaya perikehidupan masyarakat dan melindungi kelestarian warga yang berada dalam bentang alam. Selain itu, pendekatan ini turut mendorong inklusi sosial, kerja sama serta sinergi positif di antara berbagai kelompok masyarakat dan penerima manfaat di seluruh bentang alam.

 

Pengembangan

Bentang Alam Proyek Kemakmuran

Proyek yang dipilih dalam Proyek Kemakmuran Hijau harus dapat mempromosikan strategi perikehidupan masyarakat dan mengelola sumber daya alam yang lebih baik. Proyek-proyek tersebut harus memiliki unsur berikut ini:

  • Meningkatkan pendapatan rumah tangga, khususnya masyarakat miskin yang pengetahuan, aset sosial dan manusianya memberi nilai tambah bagi bentang alam tempat mereka hidup.
  • Merangkul masyarakat luas di dalam dan di antara desa, tak hanya satu kelompok sosial atau sektor ekonomi, sehingga mendorong inklusi sosial.
  • Meningkatkan tekanan sosial untuk mencegah praktik lingkungan hidup yang merusak melalui upaya menikmati manfaat proyek secara luas.
  • Mengurangi bias sektoral yang mengakibatkan ketegangan di antara lembaga pembangunan, donor, dan peneliti dalam bentang alam tertentu melalui ikatan multi-sektoral.

Memperkuat kondisi kondusif untuk investasi melalui perencanaan tata guna lahan partisipatif, termasuk penetapan batas desa, perizinan sumber daya alam secara transparan, dan perbaikan rencana tata ruang.