Hibah Kemitraan Kemakmuran Hijau bertujuan memancing investasi yang lebih besar dari sektor swasta dalam memperbaiki tata kelola lahan, manajemen sumber daya serta pengembangan terbarukan guna meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih. Hibah ini merupakan pendanaan bersama, artinya pengaju hibah dan MCA-Indonesia bersama-sama menyalurkan investasi untuk pelaksanaan proyek.

Melalui hibah ini, MCA-Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam mengelola sumber-sumber daya alam penting serta masyarakat daerah terpencil yang kesulitan untuk mengakses energi bersih dengan memberikan hibah untuk mendukung pengembangan pembangunan rendah karbon di dua bidang, yaitu pengelolaan sumber daya alam dan energi terbarukan.

PROSES SELEKSI

Dokumen terkait hibah ini dapat diunduh pada tautan berikut:

 

PENERIMA HIBAH

  1. Euroconsult Mott MacDonald
    Proyek KeHIJAU Berbak berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, Jambi. Proyek terfokus pada isu-isu terkait bentang alam Berbak, lahan gambut, kabut asap dan banjir, pertanian skala kecil, serta rehabilitasi taman hutan raya. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembabatan hutan dan kebakaran lahan gambut melalui pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang inklusif di bentang alam Berbak serta area kelapa sawit.
  1. Yayasan WWF Indonesia
    Proyek RIMBA yang diusung WWF Indonesia ini bertujuan melindungi keanekaragaman hayati dan meningkatkan cadangan karbon di bentang alam kritis di Sumatera dengan meningkatkan konektivitas ekosistem hutan melalui pembangunan ekonomi hijau. Keluaran yang diharapkan adalah adanya perbaikan mata pencaharian, kesinambungan bisnis, dan pengelolaan tiga pilar pembangunan berkelanjutan oleh komunitas. Proyek berlokasi di 3 provinsi meliputi 8 Kabupaten yaitu, Jambi: Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Kerinci, Merangin, dan Tebo; Riau: Kampar dan Kuantan Sengingi; Sumatera Barat: Dharmasraya.
  1. Yayasan Kalla
    Proyek Yayasan Kalla ini terfokus pada tanaman kakao di Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Selatan, provinsi Sulawesi Tenggara. Proyek bertujuan meningkatkan produktivitas petani kakao dan kualitas biji kakao yang dihasilkan petani penggarap, serta mempromosikan kesinambungan kakao bersertifikasi. Proyek ini dirancang sebagai solusi bagi kian merosotnya produktivitas pertanian kakao di area target akibat wabah penyakit dan penuaan tanaman, yang berdampak pada menurunnya pendapatan rumah tangga petani kecil.
  1. HiVOS
    Proyek ini adalah tindak lanjut atas suksesnya dua proyek HiVOS, yaitu Pulau Ikonik Sumba dan Biogas Domestik Indonesia. HiVOS mereplikasi pendekatan dan model bisnis dua program tersebut, yang memungkinkan perluasan akses energi terbarukan dan peningkatan pendapatan 61 ribu penerima manfaat. Proyek ini bertujuan memperbaiki penghidupan masyarakat desa melalui pemanfaatan energi terbarukan dan penciptaan model bisnis berkelanjutan untuk membangun pasar energi non-jaringan. Proyek berlokasi di 3 provinsi dan meliputi 9 kabupaten, yaitu Luwu Utara dan Luwu Timur (Sulawesi Selatan); Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat); serta Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya (Nusa Tenggara Timur).
  1. Carbon Tropic Group
    Proyek yang berlokasi di Provinsi Jambi ini bertujuan meningkatkan keberlanjutan ekonomi dan ekologi bentang alam Renah Pemetik di kabupaten Kerinci melalui manajemen sumber daya alam terintegrasi dan intervensi energi terbarukan pada berbagai tingkatan. Hal ini akan dicapai melalui tiga komponen intervensi: pengelolaan bentang alam untuk mempertahankan penghidupan, pengembangan perkebunan kopi berkelanjutan untuk komunitas, dan suplai listrik berkesinambungan.