Hibah Pengetahuan Hijau merupakan program yang berinvestasi dalam berbagai proyek yang mampu meningkatkan keterampilan dan kapasitas tenaga kerja, pemberian bantuan teknis, pengumpulan dan penyebaran pengetahuan di satu atau lebih bidang Proyek Kemakmuran Hijau seperti energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, dan komoditas berkelanjutan.

Terdapat dua kategori kegiatan yang dibiayai oleh Hibah Pengetahuan Hijau, yaitu:

  1. Hibah untuk Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja
    Hibah ini berfokus untuk menciptakan lapangan kerja atau profesi baru yang memiliki ketrampilan hijau (green skill) dan mendukung pola pembangunan yang ramah lingkungan, meningkatkan ketrampilan lapangan kerja atau profesi yang telah menerapkan prinsip ramah lingkungan serta meningkatkan kapasitas lapangan kerja dan keahlian yang beroperasi sesuai dengan prinsip ramah lingkungan.
  1. Hibah untuk Pengumpulan dan Penyebaran Pengetahuan Hijau
    Fokus hibah ini pada proyek-proyek berbasis pengumpulan dan penyebaran studi terhadap aktivitas Pengetahuan dan Kemakmuran Hijau yang melibatkan para pengahar, peneliti, serta aparat pemerintah lokal dan nasional.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Pengetahuan Hijau, klik disini.

PROSES SELEKSI

Dokumen terkait hibah ini dapat diunduh di: 

  1. Ringkasan Informasi Hibah Pengetahuan Hijau
  2. Klarifikasi No.1 Hibah Pengetahuan Hijau
  3. Klarifikasi No. 2 Hibah Pengetahuan Hijau beserta Amandemen No.1

PENERIMA HIBAH

  1. Konsorsium PETUAH
    Proyek yang diusulkan konsorsium dari tujuh universitas negeri ini bertujuan membangun pusat-pusat keunggulan pengetahuan hijau. Selain di Institut Pertanian Bogor sebagai pusat utama, terdapat 6 pusat keunggulan dengan beragam tema yang didirikan di Universitas Jambi, Universitas Sriwijaya, Universitas Udayana, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Hasanuddin, mulai dari pusat pengetahuan tentang pertanian tanah kering, energi terbarukan berbasis komunitas, manajemen penggunaan lahan yang cerdas, hingga konservasi lahan gambut.
  1. Yayasan BaKTI
    Melalui proyek ini, Yayasan BaKTI berperan sebagai manajer pengetahuan bagi aktivitas proyek Pengetahuan Hijau dan proyek Kemakmuran Hijau lainnya. BaKTI akan melakukan pengumpulan dan pendokumentasian pengetahuan hijau di seluruh proyek-proyek tersebut, dilanjutkan dengan diseminasi pengetahuan melalui berbagai jaringan, acara, dan kanal media guna memudahkan pemangku kepentingan dan penerima manfaat menjangkau dan mengadopsi pengetahuan itu.
  1. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
    Proyek yang diusung LPEM UI ini bertujuan menyusun kerangka rujukan dari sistem anggaran jangka menengah menggunakan pendekatan penganggaran hijau (green budgeting). Proyek akan memperbaiki praktik-praktik pemrograman, perencanaan keuangan dan penganggaran pemda. Hasil yang ingin dicapai antara lain peningkatan kapasitas pemda dalam implementasi penganggaran hijau dan pengadopsian green budgeting di tingkat provinsi.
  1. Konsorsium HiVOS
    Proyek bertajuk GADING ini bertujuan meningkatkan keterampilan para petani dalam memanfaatkan lemna dan bio-slurry agar masyarakat desa dapat memperoleh pendapatan dari bisnis-bisnis terkait seperti produksi pupuk organik, gulma, budi daya perikanan, sayur mayur dan buah-buahan. Proyek ini menciptakan sistem pertanian dan manajemen sampah terintegrasi berbasis pemanfaatan bio-digest dan gulma sebagai pakan ternak organik dan pupuk alami.
  1. Konsorsium JetPro-KM Utama
    Proyek ini bertujuan membangun pelatihan sertifikasi bagi operator energi baru terbarukan di bidang sinar matahari, biomassa, tenaga angin dan air mini yang bekerja sama dengan sejumlah industri dan diakreditasi oleh Kementerian Tenaga Kerja. Hasil dari proyek ini antara lain pendirian lembaga sertifikasi profesional dan pelatihan para penguji untuk teknologi energi terbarukan.
  1. Konsorsium PKSPL Institut Pertanian Bogor
    Proyek ini terfokus pada upaya manajemen pengetahuan terhadap pembangunan rendah karbon di wilayah pesisir Nusa Tenggara. Tujuan utama proyek ini adalah ketersediaan dan akses data spasial dan non-spasial untuk pengembangan SEA-LEDS atau Strategi Penaksiran Lingkungan dan Pembangunan Rendah Karbon di fasilitas-fasilitas manajemen pengetahuan di lokasi target. SEA-LEDS dapat digunakan untuk perencanaan dan praktik pembangunan wilayah pesisir.