Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) adalah program yang ditujukan untuk memastikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, dan organisasi berbasis masyarakat lainnya dapat berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari investasi Proyek Kemakmuran Hijau. Hibah ini diperuntukkan bagi proyek berskala kecil yang mempromosikan PSDABM dan inisatif energi terbarukan.

Ada dua tujuan besar yang ingin dicapai oleh program hibah PSDABM, yaitu:

  • Meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memperluas energi terbarukan
  • Meningkatkan produktivitas dan menurunkan emisi gas rumah kaca berbasis lahan dengan meningkatkan praktik penggunaan sumber daya alam.

Program ini bertujuan mendukung inisiatif dan investasi perbaikan pengelolaan sumber daya alam pada tingkat komunitas serta mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan oleh masyarakat. Termasuk dalam program ini ialah Hibah Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, yang disalurkan kepada 5 penerima hibah. Adapun 47 penerima hibah lainnya bekerja di beragam lokasi di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

 

PROSES SELEKSI

Berikut adalah dokumen terkait Hibah PSDABM yang dapat diunduh:

 

PENERIMA HIBAH

  1. Kreativitas Restorasi Berbasis Komunitas di Bentang Alam Ekosistem Berbak

Konsorsium Perkumpulan Gita Buana dengan Proyek Kreativitas Restorasi berbasis komunitas di Bentang Alam Ekosistem Berbak (BAEB), wilayah kerja proyek di Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Tujuannya dari Kegiatan ini, meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan produktivitas hasil usaha Komoditas Lestari, inovasi pengolahan dan pemasaran produksi pertanian dan kehutanan, pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan pada bentang alam Ekosistem Berbak. Peserta dan penerima manfaat langsung dari project ini adalah Kelompok Unit Usaha Ekonomi Produktif (KUEP) Desa, serta Petani, Nelayan, Ibu-Ibu Rumah Tangga, dan Buruh tani, dengan Jumlah penerima manfaat 500 Kepala Keluarga (KK), sedangkan Penerima manfaat tidak langsung dari kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada 9.355 orang dalam 2.053 rumah tangga.

Kegiatan yang akan dilakukan mencakup pengembangan pusat pembibitan tanaman konservasi berbasis komunitas, restorasi lahan terdegradasi bersama masyarakat, pengembangan model kemitraan pengelolaan kawasan Hutan Berbasis Konservasi antara masyarakat dengan pengelola kawasan Taman Hutan Rakyat, promosi dan peningkatan kapasitas masyarakat atas pola Komoditas Lestari, pengolahan hasil produksi pertanian melalui pemanfaatan inovasi teknologi pertanian tepat guna serta Pengembangan Metode Workshop Operational Centre (WOC) sebagai wadah Pengolahan Hasil produksi Pertanian dan Potensi Desa. Proyek juga menyediakan mesin pengolah produk turunan hasil Komoditas Lestari (padi, jagung, pisang) dan hasil potensi desa (kelapa, ikan dan pinang) beserta pelatihan aplikasinya, serta mendukung wirausaha masyarakat dengan bekerja sama dalam hal pemasaran produk pertanian dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari

 

  1. Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

Proyek yang diusung oleh Konsorsium Wanakita yang dipimpin LATIN, dan terdiri dari ICS, CFES, LEI, YKMI, YBUL, WALESTRA, dan PKBI Sumbar ini bekerja di 28 desa di tiga bentang alam, yaitu Bentang Alam Bayang, Solok Selatan, dan Kerinci, yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Tujuan dari proyek ini adalah untuk meningkatkan produktivitas melalui peningkatan praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam dengan pola agroforest dan agrosilvopasture, yang berkontribusi pada penurunan emisi Gas Rumah Kaca (gas rumah kaca). Keseluruhan kegiatan akan memberi manfaat kepada 5.600 orang dalam 1.400 rumah tangga, termasuk 1.750 perempuan, di 28 desa.  Dari 1.400 rumah tangga, sejumlah 1.040 rumah tangga mendapat pelatihan terkait pengembangan perhutanan sosial.

Kegiatan yang akan dilakukan mencakup perbaikan praktek pengelolaan hutan, mulai dari aspek legalitas, menyusun dan mengimplementasikan rencana pengelolaan hutan, sertifikasi pengelolaan hutan dan jasa lingkungan karbon, integrasi pengelolaan hutan dengan peternakan, pertanian dan ekowisata, serta pengembangan UMKM bagi masyarakat pengelola hutan. Proyek ini juga mendukung rencana percepatan Perhutanan Sosial seluas 12.7 juta ha yang ditargetkan oleh KLHK.  Konsorsium Wanakita mendampingi masyarakat untuk mengelola hutan melalui skema Perhutanan Sosial, dengan luas total 23.825 hektar.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari, Energi Terbarukan

 

  1. Optimalisasi Pemanfaatan Sumber daya Alam secara Lestari (OPAL)

Proyek yang diusung oleh SSS-Pundi Sumatera ini dilaksanakan pada 2 bentang alam penting di Sumatera, yaitu Kerinci Seblat dan Berbak. Proyek ini bertujuan mengurangi kemiskinan, mengurangi kerusakan sumber daya alam dan menurunkan emisi Gas Rumah Kaca melalui pencapaian 2 hasil utama yaitu peningkatan produksi, produktivitas dan nilai tambah usaha pertanian pertanian yang berkontribusi terhadap pendapatan petani dan diterapkannya praktik CBFE (Community Base Forest Entrepreneurhip) yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat. Kegiatan ini akan memberikan manfaat kepada 1.314 rumah tangga.

Kegiatan utama yang akan dilakukan adalah penerapan sustainable farming pada lahan sawah melalui Sekolah Lapang dan input saprodi, perbaikan teknik budidaya kopi, pembangunan pusat peternakan rakyat terpadu sampai pada pengembangan pabrik pengolah konsentrat dan pengolahan pupuk organik, pemanfaatan lahan kritis untuk pengembangan dan pengolahan kopi arabika, pembangunan sarana pengolahan dan pemasaran beras ramah lingkungan, fasilitasi hak kelola masyarakat atas hutan serta pengembangan bisnisnya, perbaikan budidaya karet dan pembangunan pabrik pengolahan skala mini (creper mini), perbaikan teknis penyulingan nilam melalui telnologi ramah lingkungan, perbaikan teknik budidaya dan pengolahan gambir, dan penyusunan tata ruang mikro di tingkat desa.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari

 

  1. Pengembangan Technopreneur Inovatif dan Kreatif untuk Pengentasan Kemiskinan melalui Pertumbuhan Ekonomi Rendah Karbon di Kerinci Seblat dan Berbak

Proyek ini dilaksanakan oleh Yayasan Mitra Aksi di tiga kabupaten (Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan Kerinci) di Provinsi Jambi. Proyek ini berfokus pada peningkatan pendapatan petani produsen melalui pengolahan pertanian yang menggunakan prinsip-prinsip keberlanjutan diintegrasikan dengan pemanfaatan potensi pertanian dan hasil hutan non kayu. Terdapat 910 petani miskin di 14 desa sebagai penerima manfaat proyek ini, dengan 14.173 laki-laki dan 14.689 perempuan sebagai penerima manfaat tak langsung.

Kegiatan yang dilakukan antara lain persiapan kapasitas dan manajemen sumberdaya lokal dalam penggunaan lahan pertanian yang diharapkan akan meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kegiatan pertanian ekstraktif.

Portofolio: Komoditas Lestari, Pengelolaan Gambut

 

  1. Institusionalisasi Pengelolaan Hutan Desa di Kerinci Seblat

Proyek yang dilaksanakan oleh Yayasan Satunama, Gerakan Cinta Desa, ARuPA, dan Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang tergabung di Konsorsium IPHD ini dilakukan di Bentang Alam Kerinci Seblat, Kabupaten Merangin, Jambi. Terdapat dua tujuan utama dari proyek ini, yaitu mencegah laju deforestasi di kawasan Hutan Desa dan memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Setidaknya sebanyak 617 orang telah terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 314 perempuan dan 184 laki-laki.

Desa Lubuk Beringin, Lubuk Birah, Durian Rambut, Tiaro, dan Birun diberikan kewenangan untuk mengelola dan mengatur kawasan Hutan Desa sebagai aset mereka. Dengan legitimasi dan legalitas yang dimiliki, proyek ini mendorong peningkatan nilai tambah komoditas pohon kepayang, kopi dan jahe sebagai komoditas yang bisa dikembangkan masyarakat lokal secara terbatas.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari

 

  1. Memperkuat Praktek Pembangunan Hijau sebagai Upaya Peningkatan Fungsi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat Adat di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, Jambi

KKI WARSI Jambi bersama KPHD Desa Sungai Beras, Sebapo Institute, Forum Masyarakat Serampas dan Gapoktan HTR Jaya Lestari mengusung proyek yang berfokus pada 18 desa di Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kerinci. Proyek ini bertujuan memperkuat praktik pembangunan hijau berbasis partisipasi masyarakat adat/lokal dalam wilayah DAS Batanghari di Jambi. Diperkirakan terdapat 1.432 kepala keluarga yang menerima manfaat dari proyek rehabilitasi lahan terdegradasi, revitalisasi pembangkit listrik mikrohidro, pengembangan ekonomi, dan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan adalah memperkuat dan memperluas praktik Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, pemulihan lahan terdegradasi melalui praktik rehabilitasi, serta penguatan praktik pengelolaan mikrohidro sebagai salah satu sumber energi terbarukan.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Optimalisasi Penggunaan Lahan Desa Sungai Duren, Muaro Pijoan dan Kelurahan Pijoan, Muaro Jambi untuk Menunjang Kedaulatan Pangan dan Energi

Proyek ini diusung oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Lingkungan (YLBHL) Jambi, Gita Pertiwi, PT Duta Pudak Lestari, dan Kelompok Tani Mitra Terpadu di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan produksi pertanian sebesar 30% serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, kesempatan kerja dan pengelolaan kewirausahaan. Terdapat 569 jiwa, 150 kepala keluarga, 131 perempuan, 288 laki-laki sebagai penerima manfaat proyek ini.

Kegiatan yang dilakukan antara lain peningkatan kepedulian pada pemangku kepentingan terkait, fasilitasi, inisiatif dorongan, bantuan analisis permasalahan, dan pembelajaran hasil kerja atau dokumentasi proyek yang bisa digunakan oleh generasi penerus.

Portofolio: Komoditas Lestari, Energi Terbarukan, Perhutanan Sosial

 

  1. Pembangunan Sektor Perikanan Darat untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Merangin, Jambi

Proyek yang diusung oleh LPM EQUATOR ini dilakukan di Desa Baru Pangkalan Jambu, Sungai Ulak, Dusun Tuo dan Kotorami di Kabupaten Merangin, Jambi. Proyek bertujuan untuk meningkatkan peran serta para pihak dalam pengembangan perikanan darat berbasis masyarakat.  Penerima manfaat langsung dari proyek ini adalah para pengurus dan guru pesantren Darul Mualla, sedangkan penerima manfaat tidak langsung dari proyek ini adalah pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  Kabupaten Merangin, serta masyarakat luas di kabupaten Merangin. Selain itu, program juga akan memberikan manfaat secara tidak langsung pada 48 kelompok yang telah diinisiasi pada program sebelumnya yang terdiri dari 800 laki-laki dan 160 perempuan di 4 (empat) desa sasaran.

Untuk mencapai tujuan program, akan dilakukan (1) Rapat konsultasi dan sosialisasi dokumen studi kelayakan dan desain engineering mendetail tentang Kolam Pembesaran Ikan, (2) Pertemuan dengan para pihak  untuk tindak lanjut kedua dokumen tersebut, (3)  Asistensi penyusunan modul pengelolaan perikanan darat berbasis masyarakat, dan (4) Diskusi kelompok terarah terkait penyempurnaan modul pengelolaan perikanan darat berbasis masyarakat.  Guna mendorong tercapainya keberlanjutan program, LPM EQUATOR akan melakukan (1) pendekatan intensif dalam upaya mendapatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin dan pihak terkait dalam mendukung pengembangan usaha budidaya ikan air tawar, serta (2) pendekatan aplikatif melalui penerapan teknik pengelolaan perikanan berbasis masyarakat di kolam ikan milik pesantren Darul Mualla sebagai plot demonstrasi yang akan didampingi oleh Dinas Perikanan dan Peternakan. Selain itu, EQUATOR akan melaksanakan pengelolaan pengetahuan melalui pengembangan modul pengelolaan perikanan darat berbasis masyarakat untuk menjadi panduan tertulis bagi para pihak terkait. 

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Mengurangi Kemiskinan melalui Peningkatan Ekonomi Masyarakat dengan Pengembangan Pusat Pengetahuan Berbasis Energi Terbarukan

Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE), Rimbawan Muda Indonesia, CV Pro Water Multi Teknik, dan LKM Wonoreji Sei Lambai bersama-sama mengusung proyek yang terletak di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Proyek ini bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap listrik dari Energi Terbarukan, kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pengetahuan melalui pusat pengetahuan berbasis energi terbarukan, serta pendapatan. Sekitar 200 rumah tangga di Korong Wonorejo, Sungai Lambai dan 26 pengelola PLTMH yang sudah terbangun akan menerima manfaat dari keberadaan proyek ini.

Kegiatan utama untuk mencapai proyek ini antara lain adalah pembangunan PLTMH, penyediaan fasilitas penggilingan padi yang digerakkan oleh listrik dari PLTMH, pengembangan pusat pengetahuan pengelolaah PLTMH, pembangunan Sekolah Lapangan Masyarakat dan panduan Pusat Pengetahuan (Center of Knowledge) edu-ekowisata.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pengembangan Ekonomi pada Wilayah DAS Indrapura, DAS Tarusan, DAS SIlaut, dan DAS Batanghari

Proyek ini diusung oleh KKI Warsi Sumbar, KPA-WINALSA, dan Persatuan Petani Organik Santiago di Kabupaten Solok Selatan dan Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tujuan dari proyek ini adalah pengembangan sumber-sumber ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumberdaya alam dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan yang terintegrasi dengan pengelolaan DAS berkelanjutan. Total 2.029 jiwa dan 305 keluarga di Solok Selatan serta 1.600 jiwa dan 55 keluarga di Pesisir Selatan akan menerima manfaat dari proyek ini.

Kegiatan yang dilakukan oleh proyek ini antara lain legalitas masyarakat atas wilayahnya, peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber daya lokal, serta peningkatan akses rumah tangga terhadap revitalisasi PLTMH. Proyek ini juga membangun 25 unit instalasi biogas yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan di daerah setempat.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari, Energi Terbarukan

 

  1. Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Miskin melalui Praktik Usaha Hijau di Kerinci Seblat dan Berbak

Lakpesdam PBNU, PUSTEK UGM, PSE UGM, dan CCES mengusung proyek yang berlokasi di Kerinci Seblat dan Berbak, dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat guna mengurangi kemiskinan dan pemanfaatan energi dan mendorong perilaku ramah lingkungan melalui pengurangan emisi karbon. Diperkirakan sekitar 1.508 jiwa dan 265 kepala keluarga yang akan menerima manfaat langsung dari proyek ini.

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan antara lain adalah pelembagaan organisasi komunitas, serta peningkatan kapasitas untuk mendorong kesadaran kolektif dan partisipasi warga melalui optimalisasi fungsi dan manfaat sumberdaya alam. Salah satunya dengan Sekolah Hijau yang menjadi inti kegiatan pengelolaan pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan pendampingan teknis.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Program Restorasi Ekosistem Hutan Tropis melalui Pengembangan Hasil Hutan Non-Kayu di Kabupaten Berau

Proyek yang diusung oleh MPM PP Muhammadiyah Yogyakarta dan MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Kabupaten Berau ini dilakukan di bentang alam Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang termasuk salah satu wilayah yang memiliki hutan hujan dataran rendah terluas di Indonesia. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi rendah karbon melalui restorasi ekosistem hutan tropis dan pengembangan hasil hutan non kayu. Kegiatan ini akan memberikan manfaat kepada 120 rumah tangga dengan penerima manfaat langsung sejumlah 1.019 orang.

Kegiatan yang akan dilakukan adalah pemetaan sumber daya ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, rumusan kebijakan partisipatif dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat dan tersosialisasi kepada publik, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam budidaya tanaman hutan non kayu (lada, karet, gaharu, dan empon-empon) melalui pelatihan dan jejaring produksi. Kegiatan ini juga berusaha untuk mengurangi kemiskinan melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah tanaman hutan non-kayu, terbentuknya lembaga ekonomi milik masyarakat (koperasi), dan membangun jaringan usaha ekonomi masyarakat penerima manfaat.

Portfolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari

 

  1. Pengembangan Hutan Desa melalui Pemanfaatan HHBK dan Jasa Ekosistem secara Berkelanjutan

Proyek yang diusung oleh Aliansi Organis Indonesia (AOI) dilakukan di jantung Borneo, khususnya di Kalimantan Barat, dengan target seluas 9.550,23 ha. Proyek ini bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat dalam mengelola suberdaya hutan di desa secara lestari dan berkelanjutan. Jumlah penerima manfaat untuk proyek ini adalah sebanayak 1.303 rumah tangga.

Kegiatan utama dari proyek ini adalah melalui revitalisasi kelembagaan dan kapasitas masyarakat pengelola hutan desa, ketersediaan produk-produk yang dihasilkan dari usaha baru yang dikembangkan dari pengelolaan sumber daya alam lestari, dan peningkatan akses pasar produk-produk usaha baru yang dikembangkan.

Portfolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari

 

  1. Penguatan Ekonomi Hijau Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat Adat dan Pemulihan Lingkungan

Proyek yang diusung oleh KUJAU Kalbar ini dilakukan di provinsi Kalimantan Barat dan yaitu Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang (merupakan bagian dari Heart of Berneo). Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui upaya pengelolaan lingkungan secara adil dan lestari untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penerima manfaat dari proyek ini adalah 5.328 orang (2.868 Laki-Laki dan 2.460 perempuan) di Kabupaten Sintang dan 667 (367 Laki-Laki dan 300 perempuan) orang di Kabupaten Kapuas Hulu.

Proyek ini dilakukan melalui 4 (empat) kegiatan utama yaitu pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil melalui energi terbarukan, perbaikan tata kelola di bentang alam secara partisipatif dan berkelanjutan, peningkatan praktik pengelolaan sumber daya alam untuk meningkatkan produktivitas, dan peningkatan fungsi kawasan daerah tangkapan air.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Pengembangan Model Komoditas Lestari Berbasis Masyarakat yang Didukung Pemanfaat Energi Terbarukan Tenaga Air DAS Nokan Serohoi

Proyek yang diusung oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber daya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) ini dilakukan di 2 Desa Penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kecamatan Serawai, Kalimantan Barat. Proyek ini bertujuan mengurangi kemiskinan dan emisi Gas Rumah Kaca melalui pelaksanaan proyek skala kecil yang mempromosikan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berbasis masyarakat. Setidaknya 109 rumah, 4 fasilitas umum dan 1 unit UMKM pengolahan Karet di Desa Rantau Malam dan 120 rumah, 4 fasilitas umum, dan 1 unit UMKM pembuatan dodol durian (Desa Jelundung) telah menerima manfaat dari proyek ini.

Kegiatan dari proyek ini dilakukan melalui membangun kesepakatan tata guna lahan dan aturan pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan berkelanjutan berbasis masyarakat, membangun PLTMH dari pemanfaatan DAS Nokan Serohoi bagi elektrifikasi rumah tangga dan teknologi pertanian sederhana, dan pengembangan usaha masyarakat desa di bidang Komoditas Lestari.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Mitigasi Perubahan Iklim melalui Pengembangan Komoditas Lestari dan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kabupaten Berau

Proyek yang diusung oleh Perkumpulan Menapak Indonesia ini dilakukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang mengalami degradasi hutan dan lahan. Proyek ini bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga petani melalui peningkatan produktivitas dan kewirausahaan Komoditas Lestari. Penerima manfaat dari proyek ini terdiri atas 150 rumah tangga secara langsung dan 779 rumah tangga secara tak langsung dari komoditas padi, 100 rumah tangga secara langsung dan 201 rumah tangga secara tidak langsung dari komoditas lada, serta 50 rumah tangga petani dan 117 rumah tangga dari komoditas pala dan kelapa.

Kegiatan yang dilakukan oleh proyek ini adalah peningkatan praktik metode baru untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya penggunaan bahan-bahan pertanian konvensional, dan peningkatan kewirausahaan pertanian perkelanjutan dan pemasaran produk pertanian dengan peningkatan nilai tambah produk.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Pemanfaatan SDA dan Energi Terbarukan untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Lanskap Karst Batu Putih

Proyek yang diusung oleh Yayasan Peduli Konservasi Alam (PEKA) Indonesia ini dilakukan di lanskap karst di Batu Putih dan Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Proyek ini memiliki tujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil melalui pemanfaatan tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan. Terdapat 11 kelompok UKM di Batu Putih yang beranggotakan 110 rumah tangga dan 12 kelompok perempuan usaha alternatif yang beranggotakan 120 rumah tangga di Biduk-biduk yang menjadi penerima manfaat proyek ini.

Kegiatan yang dilakukan oleh proyek ini adalah peningkatan pasokan energi terbarukan tenaga surya dalam rangka peningkatan produktivitas usaha kecil, yang akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Proyek Pertanian Lestari Berau

Proyek yang diusung oleh Yayasan Sahabat Cipta (YSC) dan Koperasi Wanita Al Barokah ini berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Proyek ini bertujuan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dalam bentang alam sasaran melalui pertumbuhan ekonomi rendah karbon melalui peningkatan pendapatan rumah tangga petani dan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca berbasis lahan.

Secara khusus, proyek ini berfokus pada sektor pertanian kakao dan lada yang memiliki produktivitas rendah melalui 2 kegiatan utama, yaitu peningkatan produktivitas dan kualitas kakao dan lada serta peningkatan penerapan praktik-praktik pertanian yang ramah lingkungan dan produksi dua hasil bumi tersebut. Sampai saat ini penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Environment Practices (GEP) telah dilakukan oleh 1.138 petani dengan luas lahan mencapai 592,5 hektare.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Pemanfaatan Energi Terbarukan Tenaga Air Skala Kecil bagi Elektrifikasi Rumah Tangga dan bagi Peningkatan Usaha Kakao Masyarakat di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai

Proyek yang diusung oleh Yayasan Penabulu bersama dengan Bina Benu Putijaji dan CV. RCE Enginering ini dilakukan di dua desa di Kab. Mahakam Ulu, yaitu Long Pahangai Satu dan Tiong Ohang. Proyek ini bertujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan jasa lingkungan dan sumber daya alam secara berkelanjutan, dalam upaya pengurangan kemiskinan dan Gas Rumah Kaca melalui implementasi proyek berskala kecil yang mempromosikan prakarsa pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berbasis masyarakat. Terdapat 3.032 petani kakao dan lada di 27 kampung yang menerima manfaat dari proyek ini.

Kegiatan dari proyek ini difokuskan pada peningkatan pasokan listrik yang bersumber dari energi terbarukan tenaga air bagi elektrifikasi rumah tangga dan kegiatan usaha kecil masyarakat, peningkatan sarana pengolahan komoditas kakao berbasis masyarakat dan bertambahnya alternatif mata pencaharian petani perempuan, serta peningkatan kapasitas kelembagaan pengelola PLTMH dan Pabrik Mini pengolahan kakao, peningkatan kapasitas teknik budidaya, pengolahan kakao dan limbah kakao, dan peningkatan keberdayaan kelompok petani perempuan.

Portofolio: Energi Terbarukan

 

  1. Pembangunan Energi Baru Terbaharukan Berbasis Tenaga Surya Dalam Kerangka Penyediaan Listrik dan Peningkatan Kesejahteraan Warga Pedalaman di Kab. Malinau

Proyek yang diusung oleh PT Cahaya Inti Trimanunggal bersama Yayasan Biosfer Manusia dan Politeknik Malinau ini dilakukan di Desa Long Berang, Kab. Malinau, Kalimantan Utara. Secara umum, proyek ini bertujuan mewujudkan ketersediaan energi listrik untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan basis potensi sumber daya alam lokal dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan. Total 179 keluarga yang menerima manfaat dari proyek ini, terdiri dari 94 keluarga di Long Berang dan 85 keluarga di Metut.

Tujuan utama dari proyek ini akan dicapai melalui kegiatan seperti pemberian akses pelayanan dasar berupa kebutuhan energi bagi penduduk pedalaman di Kab. Malinau, peningkatan kualitas ekonomi dan kehidupan masyarakatt di pedalaman dan perbatasan berbasis potensi dan sumber daya lokal yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan fasilitas dan infrastuktur paska proyek.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Pengembangan Pertanian Terpadu Secara Produktif dan Berkelanjutan di Kawasan Hutan Kabupaten Malinau

Insitute for Promoting Sustainable Livelihood Approach (InProSuLa) berkonsorsium dengan organisasi masyarakat yang berdomisili di Kab. Malinau. Proyek ini bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui peningkatan produktivitas pertanian terpadu, peningkatan kualitas lahan sekaligus mengurangi emisi Gas Rumah kaca, peningkatan nilai tambah melalui peningkatan ketrampilan dan akses sumber daya ekonomi untuk mengembangkan usaha ekonomi alternatif yang menguntungkan. Penerima manfaat dari proyek ini adalah petani sawah, petani ladang, pekebun, peternak kecil dan pengumpul hasil hutan non kayu, yang jumlahnya kini telah mencapai 3.681 orang dari target 5.346 orang.

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari proyek ini adalah peningkatan produktivitas pertanian terpadu yang berkelanjutan, peningkatan nilai tambah pertanian terpadu, peningkatan daya dukung lahan pertanian terpadu pada kawasan hutan, serta peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat penerima manfaat.

Portoflio: Komoditas Lestari

 

  1. Inisiatif Penguatan Pengembangan Ekonomi Kelompok Perempuan melalui Pemberdayaan dan Komoditas Lestari

Proyek yang diusung oleh Lembaga Gemawan sebagai lead konsorsium NGO di Kalimantan Barat dengan isu-isu pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi alternatif bagi komunitas, dan jaringan jurnalis perempuan ini berlokasi di 2 kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu Kapuas Hulu dan Sintang. Proyek ini bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan kelompok perempuan dan Komoditas Lestari serta berkontribusi pada pengurangan emisi Gas Rumah Kaca. 500 perempuan petani yang tersebar di 10 desa proyek menjadi penerima manfaat proyek ini.

Proyek ini diarahkan untuk menginisiasi dan memberdayakan kelompok perempuan melalui pengembangan Komoditas Lestari, pengurangan emisi gas rumah kaca dan berbagai kegiatan ekonomi produktif lainnya menuju peningkatan pendapatan rumah tangga dan keamanan gizi keluarga. Petani perempuan penerima manfaat dari proyek ini awalnya ditargetkan untuk mencapai 500 orang dari 21 kelompok perempuan, sedangkan realisasinya telah melebihi target tersebut, yakni 569 orang anggota dari 21 kelompok perempuan. Pemerintahan Desa dan masyarakat di 10 desa juga menerima manfaat dengan kegiatan program seperti penataan kawasan desa, inisiasi dan perluasan usaha kelembagaan ekonomi kelompok perempuan, percepatan pengembangan kelembagaan ekonomi desa baik koperasi maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta perluasan praktek Komoditas Lestari ramah lingkungan.

Empat kegiatan utama dari proyek ini yaitu pengorganisasian dan pemberdayaan kelompok perempuan, pengembangan Komoditas Lestari berbasis kelompok perempuan, advokasi dan pengembangan jaringan pemasaran, serta dokumentasi dan kampanye program.

Portofolio: Komoditas Lestari, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

  1. Pengelolaan Hutan untuk Kesejahteraan Perempuan

Proyek yang diusung oleh WRI bersama dengan Perkumpulan PENA dan WALHI Sumbar ini dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan & Solok Selatan Sumatera Barat dan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas melalui partisipasi perempuan dakam pengelolaan sumber daya dan kegiatan produksi hutan. Penerima manfaat dari proyek ini adalah 447 orang, terdiri dari 429 perempuan dan 18 laki-laki di 5 desa. Jumlah tersebut telah melebihi target awal, yaitu 225 orang, yang terdiri 210 perempuan dan 15 lelaki.

Kegiatan yang berfokus untuk memberdayakan perempuan ini dilakukan melalui meningkatkan kapasitas keterampilan perempuan dalam mengelola sumber daya hutan maupun non-hutan, mendorong partisipasi perempuan dalam advokasi anggaran dan kebijakan terkait pemberdayaan perempuan dan pengelolaan hutan, serta memperkuat kepemimpinan melalui fasilitasi proses pengaduan izin perhutanan sosial agar masyarakat lokal dan perempuan mendapat hak kelola terhadap hutan di sekitarnya.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

  1. Pengelolaan Sumber Daya Alam Hutan Rawa Gambut dan Pemanfaatan Energi Terbarukan

Proyek yang diusung oleh Dian Tama secara konsorsium dengan Riak Bumi, Perkumpulan KABAN, LPSAIR, KOMPAKH, dan APDS dilakukan di daerah tangkapan air DAS Kapuas, Sub-DAS Labian-Leboyan, serta Sub-DAS Embaloh Hilir. Proyek ini bertujuan mengelola sumber daya hutan rawa gambut, guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk unggulan masyarakat melalui pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan hutan rawa gambut dan menurunkan ketergantungan terhadap BBM fosil di dalam dan sekitar kawasan konservasi Kabupaten Kapuas Hulu.

Penerima manfaat proyek ini ialah 1.014 rumah tangga dari 39 periau (kelompok petani madu yang tergabung dalam 5 Asosiasi periau: APDS, APMB, APMP, APBS, APNL), 150 rumah tangga kelompok perempuan nelayan di 5 sub-sentra Asosiasi Periau Madu Hutan, dan 100 rumah tangga anggota 3 kelompok ekowisata (KPP Kaban Mayas, KPP Anggrek Kitai, dan KPP Semujan Dorsata) Sungai Leboyan.

Kegiatan yang dilakukan dalam proyek ini adalah meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk, standarisasi produk,  jaringan pasar, serta pemasaran di 3 kelompok pengelola ekowisata dan 5 subsentra madu, ikan, dan produk olahan. Kegiatan ini juga melakukan peningkatan pengelolaan ekosistem hutan gambut, ekosistem perikanan, destinasi ekowisata dan habitat lebah hutan melalui praktik tata guna lahan yang berkelanjutan.

Portofolio: Perhutanan Sosial, Komoditas Lestari, Energi Terbarukan, Pengelolaan Gambut

 

  1. Pengembangan Usaha Ramah lingkungan Berbasis Potensi Lokal di Kawasan Timur Kabupaten Berau

Proyek ini diusung oleh Yayasan Javlec Indonesia, Jaringan Nelayan, Yayasan Pendidikan Anak Bangsa, Perkumpulan Jemari Alam Indonesia, Pokja REDD Berau, dan Yayasan Energi Bersih Indonesia dengan fokus di kawasan Berau bagian timur. Tujuan yang ingin dicapai dari proyek ini adalah meningkatnya industri kreatif ramah lingkungan berbasis potensi lokal, perkembangan usaha ekowisata berbasis masyarakat, dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan skala kecil. Melalui proyek ini diharapkan ada 125 rumah tangga dari pengawetan ikan, 180 perempuan di industri kreatif, dan 82 pemuda di bidang ekowisata sebagai penerima manfaat langsung.

Intervensi yang diusulkan untuk mencapai tujuan utama proyek antara lain dengan pembangunan industri pengawetan ikan, industri pengolahan aneka produk berbasis hasil laut, industri pengolahan minyak kelapa, peningkatan kapasitas masyarakat dalam kemampuan bisnis, terbangunnya akses pemasaran produk dan Pusat informasi Mangrove dan Wisata Alam, peningkatan tutupan hutan mangrove, peningkatan kapasitas masyarakat dalam kewirausahaan dan ketrampilan terkait pengelolaan ekowoisata, terbangunnya akses pemasaran ekowisata dan instalasi pembangkit listrik tenaga surya.

Portofolio: Komoditas Lestari, Energi Terbarukan

 

  1. Peningkatan Akses Kelola dan Fungsi Layanan Ekosistem Hutan bagi Masyarakat Desa Hutan secara Lestari di Lombok Timur, Lombok Utara dan Kolaka

Proyek yang diusung oleh Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KpSHK) ini dilakukan di kawasan Lombok Timur, Lombok Utara – Nusa Tenggara Barat, dan kawasan Kolaka – Sulawesi Tenggara. Proyek ini bertujuan memfasilitasi kepastian hak akses pengelolaan hutan dan pemanfaatan hasil hutan berbasis masyarakat dengan skema perhutanan sosial seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, Hutan Tanaman Rakyat atau pola kemitraan. Penerima manfaat dari proyek ini adalah 722 anggota Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Kemasyarakatan (IUPHHK-HKm), 1.099 orang penerima manfaat usulan HKm baru, 722 orang penerima manfaat potensi reduksi emisi gas rumah kaca dari penerapan prinsip pengelolaan hutan standar Plan Vivo, 170 orang anggota penguatan kapasitas kader kelompok pengelola hutan perempuan, dan 1.821 kelompok tani hutan.

Proyek ini memfasiltiasi pemetaan tata guna lahan tradisional dan rehabilitasi kawasan secara partisipatif, peningkatan akses kelola hutan masyarakat yang mengikuti skema perhutanan sosial, fasilitasi pembuatan draft izin pemanfataan hasil hutan kayu, peningkatkan kapasitas manajemen dan jaringan kader anggota kalompok tani hutan dan kelompok ekonomi perempuan, serta mewujudkan penerapan pengelolaan hutan lestari rendah emisi yang sesuai dengan ketentuan standar PlanVivo.

Setelah melakukan kegiatan persiapan, sosialisasi dan tahap awal implementasi pada kuartal 1 dan 2, kegiatan di kuartal selanjutnya fokus kepada implementasi proyek seperti: pemutakhiran pengisian baseline landscape & lifescape, penyusunan policy review perhutanan sosial, review dokumen usulan perhutanan sosial, penyelesaian dokumen usulan perhutanan sosial baru di Lombok, melakukan dialog dan lobi kebijakan serta kunjungan lapangan, pembuatan modul untuk kelompok tani hutan dan kader ekonomi perempuan, pendampingan dan pemantauan unit usaha tani dan kelompok ekonomi perempuan di lokasi proyek, persiapan pengadaan rumah atsiri dan rumah plastik pengering biji kakao, pembuatan film proyek dan pencetakan modul, serta pengadaan dan pendistribusian bibit di lokasi proyek.

Portofolio: Perhutanan Sosial

 

  1. Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian, Pengembangan Kebun Padang dan Penguatan Kelembagaan Usaha dan Koperasi Perempuan

Proyek yang diusung oleh Konsorsium Koperasi Serba Usaha Karya Terpadu ini berfokus pada 8 desa di 4 kecamatan di Lombok Utara. Proyek ini bertujuan meningkatkan ekonomi dan peran perempuan dalam peningkatan pendapatan rumah tangga petani yang rendah karbon. Terdapat 960 orang (termasuk 240 orang perempuan yang tergabung dalam 12 kelompok tani perempuan sebagai penerima manfaat langsung) yang menjadi penerima manfaat dalam proyek ini. 

Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan proyek adalah dengan meningkatkan pengetahuan, penguasaan teknologi tepat guna dan keterampilan dalam proses produksi produk olahan yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan, baik itu untuk konsumsi lokal maupun pasar yang ada.

Pada kuartal 1 dan 2, kegiatan yang dilakukan mencakup tahap persiapan dan sosialisasi. Pada kuartal selanjutnya, kegiatan fokus kepada implementasi proyek seperti pelatihan, pengadaan dan pendampingan dalam pembuatan pupuk dan kebun organik, pengembangan modul proses produksi pertanian, pelatihan penggunaan teknologi pengolahan hasil pertanian, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga termasuk tindak lanjut dalam pembuatan rencana usaha, koordinasi dengan pelaksana proyek hibah MCA-Indonesia lain di wilayah yang beririsan untuk menghindarkan tumpang tindih, serta pengelolaan pengetahuan proyek melalui pelatihan dan diskusi di pusat belajar kelompok usaha perempuan.

Portofolio: Komoditas Lestari, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

  1. Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi dan Sosial Perempuan Petani Garam di Lombok Tengah dan Lombok Timur

Proyek ini diusung oleh Perkumpulan PANCA KARSA dengan wilayah kerja proyek meliputi 6 desa di Kabupaten Lombok Tengah dan 4 desa di Kabupaten Lombok Timur. Proyek ini bertujuan mengatasi rendahnya kesejahteraan ekonomi dan sosial perempuan petani garam serta kerusakan lingkungan akibat pengolahan garam yang menggunakan bahan bakar kayu dari hutan dan hutan bakau. Terdapat 438 orang perempuan petani garam yang menjadi penerima manfaat proyek ini.

Melalui proyek ini, kelompok perempuan petani garam akan difasilitasi dalam pembentukan dan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kelompok dan koperasi perempuan pengelola industri garam, serta pemberian dukungan fasilitas produksi dengan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Teknologi sistem ulir yang digunakan tersebut akan mengurangi penggunaan bahan baku yang bersumber dari alam.

Pada kuartal pertama kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi dan persiapan implementasi proyek yang mencakup diskusi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, perekrutan tenaga ahli, kunjungan belajar silang ke lokasi proyek untuk meningkatkan kapasitas produksi garam dan pengelolaan organisasi, dan persiapan pengadaan alat produksi garam ramah lingkungan. Pada kuartal 2 dan seterusnya, kegiatan fokus kepada implementasi proyek antara lain pemasangan instalasi listrik, kunjungan belajar lanjutan dan pemantauan tindak lanjutnya, studi banding ke Madura, pembentukan koperasi, pengurusan sertifikasi halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI), pelatihan manajemen organisasi dan unit usaha serta pemantauan tindak lanjutnya, pembuatan tungku dapur garam ramah lingkungan, pengadaan dan penanaman bibit non kayu, pelatihan peningkatan kapasitas produksi garam, serta pemantauan sistem bagi hasil antara petani garam dengan pemilik lahan.

Portofolio: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

  1. Penguatan Inisiasi Ekowisata Berbasis Masyarakat yang Adil dan Berkelanjutan di Lombok Timur

Proyek yang diinisasi oleh Rimbawan Muda Indonesia (RMI) dan Gerakan Masyarakat Cinta Alam (GEMA) Nusa Tenggara Barat ini dilakukan di 5 desa dan 3 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Proyek ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan lahan dan sumber daya alam berbasis masyarakat yang berkontribusi pada peningkatan cadangan karbon dan meningkatkan posisi tawar kelompok marginal dalam pengelolaan sumber daya alam. Jumlah penerima manfaat proyek ini adalah sebanyak 1.030 orang.

Upaya yang dilakukan oleh proyek ini adalah dari segi pengelolaan sumber daya alam secara lestari sekaligus untuk melepaskan diri dari jeratan rentenir, serta membangun keselarasan dan keseimbangan pengetahuan antara kelompok laki-laki dan perempuan.

Kegiatan yang dilakukan pada kuartal pertama dan kedua mencakup sosialisasi dan persiapan pelaksanaan proyek seperti diskusi, survei dan pelatihan awal. Kemudian pada kuartal ketiga hingga saat ini kegiatan berfokus pada pelaksanaan proyek seperti pendampingan rutin kepada kelompok masyarakat untuk memperkuat kelembagaan dan memfasilitasi proses-proses pembangunan yang telah terbentuk, pelatihan pengelolaan lembaga keuangan mikro, pelatihan pengelolaan pengetahuan, pelatihan pengelolaan produk pangan lokal, pelatihan ekowisata, diskusi dan lobi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, serta penyelenggaraan sekolah lapang rakyat.

Portofolio: Perhutanan Sosial

 

  1. Pengembangan budaya, ekologi dan ekonomi tenun pewarna alami di Sumba Timur untuk kemakmuran hijau dan rendah karbon

Proyek yang diusung oleh The Samdhana Institute bersama Sekar Kawung ini dilakukan di 2 desa yang terletak pada 2 kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan penanggulangan lahan kritis dalam rangka pembangunan rendah emisi di Sumba Timur melalui penguatan budaya, ekologi dan ekonomi tenun pewarna alam. Proyek ini memberikan manfaat kepada 241 orang.

Capaian utama proyek ini adalah terbentuknya Usaha Bersama (UB) yang memiliki sistem keanggotaan yang terbuka dan bergerak di beberapa bidang usaha. Melalui UB, diharapkan tercipta peningkatan pendapatan bagi penenun-penenun pewarna alam di Sumba Timur dan terbukanya lapangan kerja baru yang dilengkapi dengan infrastruktur dan teknologi produksi tenun yang lebih baik.

Kegiatan yang dilakukan pada kuartal pertama dan kedua mencakup persiapan implementasi proyek, pengurusan perizinan, pelatihan dasar ekowisata dan pembuatan taman botani pewarna alam. Kemudian pada kuartal ketiga dan keempat mulai terlihat adanya aliran pendapatan baru dari intervensi yang dilakukan, sehingga menumbuhkan kesadaran yang kuat akan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari tanaman pewarna alami yang ditanam. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain adalah pengembangan materi pendidikan muatan lokal Sekolah Dasar tentang tenun pewarna alami di Sumba, pelatihan ekowisata, dan melakukan survey potensi trek sabana.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Pemanfaatan Berkelanjutan Hasil Hutan Bukan Kayu Dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di Lanskap Gunung Rinjani Lombok

Proyek yang diusung oleh WWF bersama Koperasi Tani Maju Bersama dan KSU Mele Malu ini dilakukan di 12 desa pada 3 kabupaten yaitu Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Tengah. Proyek ini bertujuan melestarikan kawasan Gunung Rinjani melalui pemanfaat Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam skema Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan mendukung kelestarian kawasan hutan dalam jangka panjang. Penerima manfaat proyek ini sejumlah 3.590 petani pengelola HKm di 29 desa di Pulau Lombok serta 1.507 petani pada 4 desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Proyek ini dirancang untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi dalam pengembangan dan pemanfaatan HHBK secara berkelanjutan, dimulai dari proses produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Pada kuartal pertama dan kedua telah dilakukan kegiatan sosialisasi, persiapan dan tahap awal pelaksanaan proyek seperti pengumpulan data, pemetaan areal dan pengembangan rencana kelola HKm, sosialisasi dan koordinasi dengan para pihak, penyusunan baseline data, pemantauan lahan kritis dan penyerapan karbon, survey pasar terhadap produk HHBK unggulan, pengembangan modul-modul HHBK, pembentukan dan penguatan kelompok tani HHBK, serta pengembangan kapasitas lembaga keuangan mikro. Pada kuartal ini juga mulai dikembangkan peta jalan pengelolaan HHBK dan dilakukan penguatan model kemitraan efektif dalam pengelolaan HHBK. Pada kuartal ketiga pendirian rumah produksi dan sentra HHBK sudah dimulai. Selain itu proyek juga memfasilitasi pengembangan budidaya, pengolahan dan pengemasan produk HHBK serta rencana pengembangan usahanya.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Perluasan Program Peningkatan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Miskin Buruh Migran di 12 Desa Lingkar Hutan Taman Nasional Rinjani, Lombok Timur

Proyek yang diusung oleh Lembaga Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) dan berkonsorsium dengan 2 lembaga lainnya ini dilakukan di bentang alam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Timur. Proyek ini bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat miskin, terutama buruh migran, di 12 desa yang berbatasan langsung dengan TNGR melalui pengembangan bisnis berbasis sumber daya alam yang peka lingkungan dan berkeadilan gender.

Capaian yang diharapkan dari dilakukannya proyek ini adalah meciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha sebagai kegiatan ekonomi alternatif yang mengurangi pemanfaatan hutan dengan penebangan, perambahan dan aktivitas lain yang merusak kawasan TNGR.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi dan persiapan seperti pembentukan organisasi dan tim yang dibutuhkan, pelatihan dasar organisasi, kajian dokumen analisis bentang alam dan bentang kehidupan (Lansdcape-Lifescape Analysis, LLA), penyusunan database migrasi, diskusi komunitas mengenai pembentukan kelompok usaha, lokakarya penyusunan modul ekonomi rumah tangga dan pengembangan bisnis, serta pencetakan materi informasi. Pada kuartal ketiga, proyek berhasil melakukan musyawarah desa untuk pembentukan PINBID (Pusat Inkubasi Bisnis Desa) dan melakukan uji coba terhadap modul ekonomi rumah tangga hasil lokakarya di kuartal sebelumnya.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Memperkuat Kepemimpinan Perempuan untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi, Kedaulatan Pangan dan Lingkungan Berkelanjutan

Proyek yang digagas oleh Koalisi Perempuan Indonesia ini dilakukan di 6 desa di 3 kabupaten di NTT (Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya) serta di 3 kecamatan dan 3 desa di 3 kabupaten di NTB (Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara). Proyek ini bertujuan meningkatkan akses perempuan terhadap tanah, sumber daya, dan pengetahuan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan petani dan mengurangi emigrasi sebagai buruh migran. Total 1470 perempuan di NTB dan NTT menjadi penerima manfaat dari proyek ini.

Sasaran utama proyek ini adalah mendorong peningkatan kapasitas kelompok perempuan dalam praktik pengolahan pertanian, penguatan kelembagaan petani perempuan sebagai penyedia pupuk dan bibit, serta sebagai mata rantai pemasaran dalam jejaring usaha dan pemasaraan baik itu pasar real maupun virtual, dan bantuan dalam membangun rumah sehat.

Pada kuartal pertama, kegiatan yang dilakukan proyek mencakup sosialisasi, pelatihan pengorganisasian, pembentukan tim dan mulai dilakukan penyusunan dokumen LLA, Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social

Management Plan, ESMS), Pengelolaan Pengetahuan (Knowledge Management, KM) dan Rencana Integrasi Sosial dan Gender (Social and Gender Integration Plan, SGIP). Mulai kuartal kedua dan selanjutnya, pelaksanaan proyek fokus pada pembentukan kelompok perempuan petani, penyusunan buku panduan pertanian ramah lingkungan, pengadaan area percontohan praktik pengolahan pertanian, serta pemantauan terhadap implementasi proyek. Sampai periode ini (kuartal 4) proyek telah berjalan di 9 desa lokasi proyek dengan rencana ekspansi ke 33 desa untuk tahap selanjutnya, pendirian koperasi di 3 kabupaten (Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan Lombok Utara) telah disiapkan, dan telah dilakukan pengembangan materi pendidikan muatan lokal bagi Sekolah Menengah Kejuruan di Lombok Tengah.

Portofolio: Komoditas Lestari, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

  1. Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial yang Produktif dan Berkelanjutan di NTB, NTT dan Sulawesi Tenggara

Proyek yang dilakukan oleh Kemitraan yang berkonsorsium dengan 4 lembaga lain ini dilaksanakan wilayah Kolaka, Sumba Timur dan Lombok Tengah. Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat serta berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, dalam rangka meningkatkan aset ekonomi masyarakat serta meningkatkan tutupan lahan di lokasi-lokasi proyek. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 13.468 kepala keluarga.

Berbagai kegiatan telah dirancang untuk mencapai tujuan yang ada, antara lain peningkatan aset ekonomi masyarakat, vegetasi tanaman keras, unit usaha berbasis sumber daya alam, dan instalasi pembangkit listrik tenaga surya.

Pada kuartal pertama dan kedua proyek, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi, persiapan dan tahap awal pelaksanaan proyek seperti sosialisasi skema perhutanan sosial, pembentukan tim, pengadaan bibit dan pupuk, pelatihan pembekalan bagi fasilitator, dan kunjungan lapangan. Pada periode ini dilakukan juga pelatihan dan asistensi teknis untuk kelembagaan usaha dan pembentujan kelembagaan usaha bersama (KUB) atau koperasi di Lombok Tengah. Pada kuartal selanjutnya, dilakukan pemantauan implementasi proyek secara rutin, pelatihan wanatani dan penguatan organisasi, pengembangan dan persiapan dokumen LLA, ESMS dan SGIP, serta koordinasi awal mengenai pembangunan sumber energy terbarukan di lokasi proyek.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Peningkatan Kualitas Hidup Petani Lahan Kering Desa Hutan Gunung Rinjani

Proyek yang dilakukan oleh Pusat Studi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSPSDM) Mataram bersama BUSER ini dilakukan di 3 kecamatan dan 3 desa di Kab. Lombok Timur serta 2 kecamatan dan 2 desa di kawasan Gunung Rinjani. Proyek ini bertujuan melakukan upaya perbaikan dan peningkatan kesuburan tanah lahan kering melalui konservasi tanah dan air (KTA), intensifikasi penanaman lahan, penerapan usaha tani organik, serta fasilitasi pembentukan dan penguatan kapasitas kelembagaan tingkat desa, kelompok tani, dan kelompok perempuan. 315 perempuan dan 252 laki-laki menjadi penerima manfaat proyek ini.

Kegiatan yang dilakukan dalam proyek ini memfokuskan pada strategi KTA seperti teknik konservasi tanah dan air guna merehabilitasi lahan kering untuk meningkatkan produktivitas lahan serta mendorong replikasi program secara alami oleh petani tetangga yang tinggal di pinggiran kawasan hutan Gunung Rinjani.

Pada kuartal pertama telah dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan dasar mengenai konservasi tanah dan air dan pembuatan guludan teras, serta pendampingan rutin. Pada kuartal kedua, kegiatan proyek yang dilaksanakan adalah melanjutkan pembuatan guludan teras, pelatihan lanjutan mengenai pengelolaan kelembagaan dan budidaya tanaman pertanian, pembentukan lembaga Tim Pembina Desa (TPD), survey profil gender, kapasitas petani, pendapatan dan kesuburan tanah, serta pendampingan rutin dan penanaman tanaman semusim. Sampai dengan kuartal ketiga, luas lahan yang diteras sebagai usaha konservasi tanah dan air sudah mencapai 97.91% dari total target seluas 217 hektar. Penanaman tanaman legume masih pada tahap pengadaan bibit, namun 50% target penanaman stek gamal telah dilakukan atas usaha swadaya petani yang ada. Pada periode ini juga telah dilakukan pelatihan pengolahan paska panen dan pengelolaan pengetahuan.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Meraih Keadilan Gender dalam Inisiatif Perbaikan Lingkungan dan Ekonomi

Proyek yang dilakukan oleh Samdhana Institute yang bermitra dengan LSM P3IL dan 2 lembaga lainnya dilakukan pada 40 desa yang terletak di 8 kecamatan di Kabupaten Kolaka. Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas ekonomi rumah tangga melalui pengelolaan limbah pertanian rendah karbon.

Kegiatan yang dilakukan dalam proyek ini adalah pendampingan dan pelatihan teknis dan non-teknis bagi kelompok-kelompok tani, peningkatan ketrampilan dan produktivitas ekonomi rumah tangga melalui penjualan bokashi dan pertanian organik, serta peningkatan kesadaran masyarakat di sekitar lokasi limbah dalam menjaga lingkungan dan pengelolaan limbah, sekaligus penurunan penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik.

Pada kuartal pertama proyek telah melakukan sosialisasi, pembentukan kelompok tani dan pelatihan dampak limbah serta potensi pupuk bokashi. Di Kuartal kedua, kelompok tani mulai mempraktekkan ilmu yang didapat pada pelatihan di kuartal sebelumnya untuk mengolah limbah menjadi pupuk bokashi, melakukan pengemasan untuk pupuk tersebut dan menggunakannya untuk budidaya tanaman rempah. Pada kuartal ketiga, selain melanjutkan apa yang telah di lakukan pada kuartal sebelumnya, dilakukan juga pemberian bantuan perlengkapan budidaya rempah, pelatihan pengambilan data untuk LLA, pengadaan alat pelindung diri, dan koordinasi konsorsium. Pada kuartal keempat, kelompok tani sudah mulai memproduksi pupuk bokashi dengan capaian yang beragam, sudah melakukan penanaman tanaman rempah. Pada periode ini dilakukan juga pelatihan pengembangan bisnis bokashi bagi kelompok tani penerima manfaat.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Peningkatan Pendapatan Petani Kakao yang Berkeadilan Jender Melalui Penguatan Kapasitas Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera (LEM-S)

Proyek yang diusung oleh Sintesa yang bekerja sama dengan Yayasan Mitra Indonesia Timur dan 18 lembaga lainnya ini dilakukan di 23 desa di 11 kecamatan, di Kab. Kolaka dan Kolaka Utara. Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas petani kakao terutama status ekonomi dan kemandirian petani kakao anggota LEM-S yang berkeadilan gender dan berwawasan lingkungan. Penerima manfaat dari proyek ini adalah 18 LEM-S yang terdiri dari 392 orang dengan 30% perempuan sebagai anggotanya.

Kegiatan utama yang dilakukan adalah penatausahaan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan individu pengurus organisasi LEM-S, peningkatan kapasitas, pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan primer (fermentasi) dan sekunder biji kakao, pembuatan pupuk organik (UPPO) untuk diaplikasi pada tanaman kakao serta fasilitas dukungan sarana produksi untuk menghasilkan kakao olahan.

Pada kuartal pertama dan kedua, proyek telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, penyiapan tim proyek, pengambilan data SGIP dan LLA di desa lokasi proyek, serta mengadakan pelatihan penguatan kapasitas LEM-S, dan pelatihan pengolahan biji kakao untuk kelompok petani penerima manfaat. Sementara itu pada kuartal ketiga, kegiatan proyek lebih diarahkan kepada pengembangan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan, serta monitoring kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Restorasi Ekosistem Hutan Berbasis Masyarakat di Mamuju

Proyek yang diusung oleh Perkumpulan Bantaya ini memiliki wilayah kerja di 13 desa yang berada di dalam dan sekitar kawasan hutan di Mamuju. Proyek ini berfokus kepada pengembangan pengelolaan kawasan hutan melalui skema hutan desa, hutan kemasyarakatan, dan pengakuan masyarakat hukum adat sebagai langkah awal perencanaan pengembangan hutan berbasis pada hukum adat. Jumlah penerima manfaat proyek ini adalah 1.030 jiwa yang terbagi menjadi 409 perempuan dan 621 laki-laki.

Porsi terbesar pada proyek ini terdapat pada intervensi perlindungan kawasan hutan dan pemanfaatan kawasan hutan dengan sistem agro-forestry. Skema ini diharapkan dapat berkontrubusi pada upaya penurunan laju deforestasi dan perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat di 13 desa lokasi proyek.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, koordinasi konsorsium, survei lapangan dan pembuatan peta areal kerja hutan desa dan hutan kemasyarakatan, serta pelatihan pemetaan partisipatif. Di kuartal ketiga kegiatan masih melanjutkan aktivitas pada kuartal sebelumnya, ditambah dengan melakukan diskusi kampung untuk memfasilitasi penguatan kelembangaan dan perencanaan pengelolaan hutan desa dan hutan kemasyarakatan yang ada. Sementara itu pada kuartal keempat (Juni 2017) kegiatan proyek lebih intensif dilakukan antara lain melakukan pelatihan pembuatan peraturan desa tentang lembaga pengelola hutan, pembuatan green house sederhana, lokakarya penyiapan dokumen izin pengelolaan HD dan HKm, studi hukum adat pengelolaan sumberdaya alam dan hutan, membuat photo essay.

Portofolio: Perhutanan Sosial

 

  1. Subur Makmur Daerah Aliran Sungai Kadahang

Konsorsium DAS Kadahang memprakarsai proyek ini di 19 desa di wilayah DAS Kadahang dengan investasi utama berada di 12 desa. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan di Kawasan Daerah Aliran Sungai Kadahang dengan daya dukung sosial yang berkelanjutan. Diharapkan sekitar 3.000 orang atau 600 KK petani akan menerima manfaatnya.

Capaian proyek ini adalah untuk mendorong keluarga mengelola kebun tetap dengan model wanatani untuk kebutuhan pangan, kayu bakar, kayu bangunan, dan pakan. Pada tingkatan desa, proyek ini mengintervensi desa untuk memfasilitasi warga melakukan gerakan konservasi dengan menangkap air hujan untuk ketersediaan air tanah.

Pada kuartal pertama proyek, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi dan koordinasi kepada para pemangku kepentingan, pelatihan manajemen organisasi dan proyek, serta penerbitan beberapa produk komunikasi berupa poster dan buklet wanatani dan kebun pakan ternak. Di kuartal kedua, proyek masih melanjutkan kegiatan di kuartal sebelumnya, melakukan studi kelayakan air, pengadaan dan distribusi benih serta melakukan pendampingan dan monitoring pelaksanaan proyek. Hingga kuartal ketiga, total luas lahan yang telah dikembangkan menjadi kebun wanatani mencapai 207,21 hektar dan sudah dibuatkan peta digital untuk lokasi tersebut. Pada periode ini, proyek juga telah memfasilitasi pengembangan sumber baru pakan ternak di 12 desa di Kab. Sumba Timur.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Menuju Kemakmuran Hijau Bentang Alam Sumba Bagian Tengah

Burung Indonesia Pelita Sumba, Bahtera, Wahana Komunikasi Wanita, FOREMBA, dan JAMATADA yang tergabung dalam Konsorsium Sumba Hijau mengusung proyek yang terletak di 13 kecamatan dan 79 desa di Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Tujuan dari proyek ini adalah untuk memperkuat praktik pengelolaan sumber daya alam untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berketahanan perubahan iklim dan pelestarian ekosistem alami. Terdapat 95.000 orang, terdiri dari 93.090 perempuan dan 1.910 laki-laki, yang akan menerima manfaat dari proyek ini.

Untuk mencapai tujuan, kegiatan yang dilakukan antara lain mengelola sumber daya alam dan penguatan kapasitas organisasi tingkat desa, memperkuat praktik pengelolaan lahan dengan perluasan tutupan hutan, perluasan pengguna energi terbarukan, serta pengembangan pengelolaan BA-SBT yang produktif dan lestari.

Pada kuartal pertama, kegiatan yang dilakukan proyek mencakup tahap persiapan seperti mengidetifikasi kelompok tani, koordinasi, pelatihan dasar, dan feasibility study dan penyiapan DED untuk infrastruktur yang akan dibuat. Di kuartal kedua persiapan telah selesai dilakukan, sehingga kegiatan mulai beranjak kepada implementasi peningkatan kapasitas petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan juga penyaluran bantuan usaha tani. Pada kuartal ketiga dan keempat, kebanyakan kegiatan yang dilakukan masih terkait dengan pertanian seperti pengadaan bibit dan pemberian asistensi teknis di lapangan. Pada periode ini telah dilaksanakan penyadartahuan lingkungan bagi pemerintah desa, kelompok tani melalui penyetakan banner dan buku muatan lokal bagi guru dan siswa.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Optimalisasi Pengelolaan DAS Kambaniru, Karendi, Mangamba Katewel Melalui Aksi Konservasi Lingkungan dan Peningkatan Ekonomi Berbasis Masyarakat

CIS Timor bersama beberapa LSM lokal memprakarsai proyek dengan wilayah kerja di 30 desa yang terletak di 12 kecamatan di Sumba Timur, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga miskin serta mengurangi emisi gas rumah kaca melalui perbaikan pengelolaan sumber daya alam di wilayah DAS. Jumlah sasaran penerima manfaat dari proyek ini adalah sebanyak 26.893 orang.

Tiga aktivitas kunci sebagai solusi untuk mengatasi degradasi hutan adalah penguatan dan replikasi mekanisme Bank Pohon untuk mempromisikan pengelolaan wanatani, hutan kemasyarakatan, maupun hutan adat yang berkelanjutan, serta pengembangan model portofolio komiditas dan intensifikasi ternak.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan yang dilakukan masih mencakup sosialisasi, peningkatan kapasitas tim serta diskusi terfokus mengenai LLA, ESMS dan pengambilan data dari lapangan. Pada periode ini proyek berhasil meyakinkan pemerintah desa di beberapa desa lokasi proyek untuk mengadopsi Rencana Aksi Desa (RAD) terkait mitigasi emisi gas rumah kaca ke dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Pada kuartal ketiga pelatihan dilakukan secara intensif di lokasi proyek, seperti pelatihan pembuatan pupuk organik dan cara tanam vertikultur, serta penyiapan lahan tanam. Pada kuartal keempat, ada 6 desa yang telah mengusulkan RAD ke dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa; dokumen LLA, ESMS dan SGIP juga sudah dinyatakan final; sementara dokumen baseline masuk dalam tahap perampungan. Kegiatan yang telah dilakukan di kuartal sebelumnya masih dilanjutkan dan dilakukan pemantauan.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Pengembangan Pertanian Konservasi Berbasis Kakao dan Tanaman Pangan di Kabupaten Sumba Barat Daya

Konsorsium Wee Padalu yang dipimpin oleh YPK Donders memprakarsai proyek dengan wilayah kerja di 28 desa pada 9 kecamatan yang terdapat di Kabupaten Sumba Barat. Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan melalui pengembangan pertanian konservasi berbasis tanaman kakao dan tanaman pangan tumpangsari. Terdapat 36 kelompok tani kakao yang menerima manfaat dari keberadaan proyek ini.

Intervensi yang dilakukan oleh proyek ini adalah dengan meningkatkan kapasitas penanganan paska panen dan kualitas biji kakao, perluasan areal tanam kakao, pembangunan akses pasar biji kakao fermentasi, serta peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan jejaring kerjasama.

Pada kuartal pertama dan kedua, selain melalukan sosialisasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, proyek juga melakukan pelatihan tentang pertanian, mulai membuat pupuk organik, membuat modul, menyiapkan lahan untuk penanaman kakao dan tanaman tumpangsari, menyiapkan dokumen LLA, ESMS, dan SGIP, serta menyiapkan pengadaan alat penunjang pertanian dan bibit. Kemudian pada kuartal ketiga dan keempat, kegiatan yang dilakukan masih melanjutkan aktivitas yang dilakukan pada kuartal sebelumnya, dengan penambahan kegiatan sekolah lapang dan pembangunan rumah kompos, serta melanjutkan pengadaan peralatan pertanian. Pada periode ini dilakukan juga pembentukan forum kakao untuk meningkatkan posisi tawar petani kakao dalam koperasi.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Melalui Rehabilitasi Ekosistem Hulu DAS di Gunung Rinjani

Proyek ini diprakarsai oleh GAIA – DB, Community For Ecosystem Services (CFES), Lembaga Ekolabel Indonesia, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), dan Forum Masyarakat Kawasan Rinjani (FKMR) yang memiliki wilayah kerja di 5 desa yang terletak pada 2 kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Proyek ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap upaya rehabilitas lahan di hulu DAS Gunung Rinjani yang rusak akibat tingginya ketergantungan masyarakat pada wilayah hulu DAS sebagai penyedia air, habitat keragaman hayati, serta pemenuhan ekonomi masyarakat. Jumlah penerima manfaat adalah 3.190 orang.

Rehabilitasi ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan dilakukan melalui upaya-upaya penanaman dan pengayaan jenis-jenis tanaman kehutanan dan multiguna, menjaga tutupan hutan, patrol dan pengawasan berbasis masyarakat, pelatihan dan pengembangan usaha produksi sumberdaya hutan non-kayu dari agro-forestri guna memenuhi kebutuhan subsisten dan dijual.

Pada kuartal pertama dan kedua, proyek telah melakukan aktivitas LLA dan pemetaan blok rehabilitasi & blok lindung, juga menyelenggarakan lokalatih mengenai sistem perencanaan pengelolaan hutan lestari dan pengelolaan pengetahuan rehabilitasi ekosistem lestari dan rendah emisi. Di kuartal ketiga dan keempat, penanaman pohon mulai dilakukan sebagai upaya penerapan sistem agroforestri berkelanjutan di hulu DAS Gunung Rinjani. Selain itu pada periode ini, sistem perlindungan hutan diterapkan melalui patroli kolaboratif, pengelolaan pengetahuan dalam bentuk participatory photo story mulai dikenalkan kepada penerima manfaat, serta pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan berupa wisata alam mulai dilakukan.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pembangunan Kebun Energi Rendah Karbon

HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia) sebagai pimpinan konsorsium mengusung proyek yang berfokus di Desa Pammulukang, Guliling, Pokkang, Bebangsa di Kabupaten Mamuju. Proyek ini bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Terdapat 792 orang yang terdiri dari 511 laki-laki dan 139 perempuan sebagai penerima manfaat.

Kegiatan proyek ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan tata kehidupan rumah tangga, operasi industri wood pellet yang bahan bakunya bersumber dari kebun energi berkelanjutan, peningkatan CO2 yang terserap dari kebun energi berkelanjutan, peningkatan partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan proyek masih fokus pada sosialisasi, persiapan penyusunan dokumen LLA, ESMS dan SGIP, pembentukan koperasi dan penguatan lembaga kelompok tani hutan yang ada. Pada kuartal ketiga, proses pengurusan dokumen legal industri telah dilakukan, KepMen Hukum dan HAM RI tentang pengesahan pendirian PT sebagai badan usaha industri wood pellet juga sudah terbit, dan pendampingan kelompok tani dalam menyusun rencana pengelolaan hutan yang terintegrasi dengan pembangunan kebun energi juga sudah dimulai.

Portofolio: Komoditas Lestari, Energi Terbarukan, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

  1. Pembangunan Energi Terbarukan Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

IBEKA bersama KSU Kamanggih dan Koperasi Jasa Peduli Kasih Kamanggih, memprakarsai proyek yang berfokus di 5 desa yang terletak di 2 kecamatan di Sumba Timur. Proyek ini bertujuan mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi rendah karbon dengan fasilitasi sistem suplai listrik teknologi mikrohidro berbasis masyarakat. Proyek ini diharapkan akan dinikmati oleh 765 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Beberapa kegiatan telah yang akan dilakukan antara lain adalah pembangunan PLTMH yang terintegrasi dengan penguatan kelembagaan dan manajerial pengelolaan, pengelolaan DAS pertanian berkelanjutan, pertanian berkelanjutan melalui pengadaan sistem irigasi hemat air, pemanfaatan lahan kering, serta inisiasi pengolahan hasil-hasil pertanian dan peternakan untuk nilai tambah bagi masyarakat.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi proyek dan pengurusan perizinan, serta penyiapan dokumen LLA, ESMS dan SGIP. Selain itu, pada periode ini diupayakan juga untuk meningkatkan keterlibatan kelompok perempuan dalam kegiatan diskusi. Pada kuartal ketiga, pengurusan perizinan sudah sampai pada tahap pengurusan izin pinjam pakai yang dikeluarkan oleh KLHK untuk 2 lokasi proyek.

Portofolio: Energi Terbarukan

 

  1. Sentra Industri Rotan Berkelanjutan

Proyek yang dilaksanakan oleh Konsorsium PSDABM - Mamuju ini berfokus di Desa Hinua, Bonejau, dan Tamalea di Mamuju. Proyek ini bertujuan meningkatkan pendapatan hasil hutan bukan kayu-rotan berbasis masyarakat pada wilayah perhutanan sosial untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Terdapat 1.065 orang penerima manfaat langsung, dengan 686 laki-laki dan 379 perempuan.

Peningkatan pendapatan masyarakat dilakukan melalui penguatan kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan (KTH) dan kelompok perempuan, pembentukan kelembagaan koperasi desa, pembangunan furnitur dan industri skala rumah rotan setengah jadi.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisai, penyiapan program kerja dan tim kerja, pelatihan siklus pengelolaan hutan berbasis masyarakat, penyusunan panduan dan modul pengelolaan industri rotan skala rumah tangga yang berkelanjutan, pembentukan kelompok tani hutan, pembentukan koperasi, dan penyusunan dokumen LLA, ESMS dan SGIP. Pada periode ini juga dilakukan persiapan pengusulan izin pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (rotan), dan persiapan pembangunan rumah bibit. Kemudian di kuartal ketiga, telah dilakukan pasar dan mitra potensial assessment, studi banding pembibitan rotan, persiapan pembangunan rumah bibit, dan pengurusan perizinan industri.

Portofolio: Komoditas Lestari, Perhutanan Sosial

 

  1. Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengelola Sumber Daya Alam Berkelanjutan

Proyek yang dikepalai oleh Konsorsium Padang Diada’i berfokus di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Diharapkan ada 1.400 jiwa yang akan menerima manfaat langsung dengan keberadaan proyek ini.

Untuk mencapai tujuannya, proyek ini melaksanakan penguatan kapasitas dan kelembagaan internal konsorsium, kelompok tani, penguatan kapasitas dan kelembagaan desa, penguatan kapasitas dan kelembagaan pemerintah desa, penanaman tanaman perkebunan dan perhutanan, serta kegiatan strategis lainnya.

Pada kuartal pertama dan kedua, kegiatan yang dilakukan proyek mencakup sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, penyiapan dokumen LLA, ESMS dan SGIP, pelatihan mengenai kearifan lokal daerah, pelatihan wanatani, pelatihan pembuatan pupuk organik, penguatan kapasitas manajemen dan administrasi organisasi, serta pengadaan peralatan K3 dan bibit. Pada kuartal ketiga, aktivitas proyek masih melanjutkan kegiatan yang dilakukan pada kuartal sebelumnya. Penambahan aktivitas dilakukan untuk pelatihan pemanfaatan aren untuk menambah pendapatan petani, memfasilitasi perencanaan dan pelaksanaan wanatani, serta pelatihan teknis penyusunan Peraturan Desa untuk aparat Desa.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Peningkatan pendapatan rumah tangga melalui perbaikan tata kelola hutan rakyat berkelanjutan yang berkontribusi kepada penyerapan emisi gas rumah kaca

Proyek yang diusung oleh Konsorsium Berdaya Hijau ini memiliki wilayah kerja di 60 desa yang terletak di Kabupaten Luwu Timur. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui perbaikan tata kelola hutan rakyat berkelanjutan yang berkontribusi kepada penyerapan emisi gas rumah kaca.

Pencapaian tujuan dilakukan dengan meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola hutan rakyat melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), penambahan luasan hutan rakyat yang dikelola secara berkelanjutan, dan peningkatan mutu kayu yang dikelola Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) melalui pengembangan unit usaha pengolahan kayu.

Pada kuartal pertama, selain melakukan tahap sosialisasi dan koordinasi, dilakukan juga pelatihan dasar pendampingan dan pembuatan website proyek. Selain itu dokumen LLA, ESMS dan SGIP juga telah selesai disusun. Pada kuartal kedua dan ketiga telah dibentuk UMHR, lokakarya pengembangan hutan rakyat dan sistem verifikasi legalitas kayu, penyusunan rencana pengelolaan hutan rakyat lestari, serta penyemaian dan pembibitan. Di Kuartal keempat, pengurusan dokumen IMB dan persiapan pengadaan sarana pengolahan kayu veneer telah selesai.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Membangun Model Pengelolaan Daerah Tangkapan Air (DTA) secara Terpadu melalui Penguatan Agroforestri Berbasis Kakao, Penguatan dan Pemanfaaatan PLTMH dan Membangun Kepedulian Antar-desa dan Kecamatan dalam Pergerakan Perlindungan, Rehabilitasi dan Restorasi DTA Rongkong, untuk Meningkatkan Stok Karbon, Memperkuat Infrastruktur Alam dan Adaptasi Perubahan Iklim

Proyek yang dijalankan oleh Operasi Wallacea Terpadu dan WASLIT ini memiliki wilayah kerja di DAT Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan mata pencaharian lestari rendah emisi dan adaptif terhadap perubahan iklim berbasis PLTMH dan pertanian berkelanjutan serta perlindungan sumberdaya hutan dan restorasi daerah tangkapan air.  Total penerima manfaat dari proyek ini adalah sebanyak 1.376 orang.

Intervensi yang akan dilakukan meliputi perbaikan usaha kebun kakao, , penguatan BUMDes, penyadartahuan lingkungan untuk rehabilitasi lahan kritis dan restorasi hutan berbasis masyarakat.

Berbagai kegiatan telah dilakukan pada kuartal pertama yang mencakup sosialisasi dan koordinasi, pengurusan izin, pendampingan teknis, penyadartahuan dan pembuatan film proyek. Kemudian di kuartal kedua dan ketiga selain melanjutkan kegiatan pada kuartal sebelumnya, dilakukan juga pelatihan penyusunan RPJMDes, pelatihan budidaya jamur pangan, pelatihan pupuk organik pembentukan sekolah lapan agroforestri.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Optimalisasi Produksi Pertanian Sawah Tadah Hujan dengan Dukungan Ketersediaan Air dan Pertanian Ramah Lingkungan/Organik

Proyek yang dilaksanakan oleh YLP2EM ini memiliki wilayah kerja di Desa Manurung dan Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Proyek ini bertujuan untuk mendorong potensi produksi pangan/sawah dengan pertanian organik dengan memanfaatkan teknologi memadai untuk mencapai ketahanan pangan. Harapannya proyek ini juga membawa manfaat baik bagi desa lokasi proyek, namun dpat juga direplikasi di desa lain.

Kegiatan yang dilakukan pada kuartal pertama mencakup sosialisasi dan koordinasi kepada seluruh pemangku kepentingan, penyiapan dokumen LLA, ESMS dan SGIP, penyusunan SK kepemilikan lahan, dan pembuatan website. Sementara itu pada kuartal kedua dan ketiga masih melanjutkan kegiatan yang dilakukan pada kuartal sebelumnya, dengan penambahan penerbitan kalender sebagai produk pengelolaan pengetahuan, pembentukan panitia pengadaan barang kebutuhan proyek, dan monitoring pelaksanaan proyek.

Portofolio: Komoditas Lestari

 

  1. Pembangunan PLTMH dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Pengelolaan Lingkungan Secara Berkelanjutan di Desa Buangin, Luwu Timur

Konsorsium JURnaL Celebes pada awalnya berencana membangun PLTMH di Desa Buangin, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Berdasarkan hasil studi awal, lokasi proyek berada pada kondisi kritis dengan tingkat pembalakan hutan yang cukup tinggi, di mana masyarakat lokal maupun pendatang merambah hutan untuk dikonversi menjadi lahan perkebunan. Sementara itu, penduduk memerlukan listrik yang dipasok oleh PLTMH. Pembangkit ini sangat bergantung pada ketersediaan sumber air, sehingga masyarakat perlu menjaga hutan agar tetap lestari.

Pada saat pelaksanaan studi kelayakan dan desain engineering mendetail, ditemukan bahwa pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertingga dan Transmigrasi telah berencana mengembangkan energi dari tenaga surya, sedangkan PLN juga sudah mulai masuk ke Desa Buangin. Akibatnya, pembangunan PLTMH di Desa Buangin menjadi tak relevan. Walaupun demikian, sebagai langkah mitigasi, MCA-Indonesia tetap mendanai kegiatan proyek yang lain, seperti pembuatan Peraturan Desa tentang konservasi hutan, penanaman pohon di daerah tangkapan air, serta penulisan buku refleksi proses penyediaan energi di Desa Buangin.

Portofolio: Energi Terbarukan, Komoditas Lestari

 

  1. Prakarsa Masyarakat Adat Memenuhi Nilai-nilai Kelestarian Fungsi Ekonomi, Ekologi dan Sosial dalam Mengelola Sumberdaya di Bentang Alam Tanah Luwu

Proyek yang diprakarsai oleh LEI dan beberapa LSM lokal ini memiliki wilayah kerja di 5 desa di Kabupaten Luwu Utara. Proyek ini dilaksanakan untuk mendorong masyarakat Kabupaten Luwu Utara untuk mengelola SDA dengan menerapkan nilai-nilai kelestarian yang juga dapat meningkatkan perekonomian dengan mengurangi ketimpangan dan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Total penerimah manfaat dari proyek ini adalah 1.311 orang. Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan akan dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat adat untuk mengelola hutan secara lestari.

Pada kuartal pertama, kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi, koordinasi dan pelatihan dasar pelaksanaan proyek, serta penyusunan dokumen yang dibutuhkan. Pada kuartal kedua dan ketiga, tim fasilitator mendapatkan pelatihan untuk pengembangan kelembagaan masyarakat dan penyiapan sertifikasi hutan. Pada periode ini juga dilakukan penyebarluasan informasi mengenai pengelolaan hutan secara lestari dan diselenggarakan lokalatih pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat.

Portofolio: Komoditas Lestari