ERR

Kriteria Ekonomi untuk Kelayakan Proyek

MCA-Indonesia dan MCC menggunakan analis ekonomi dalam evaluasi setiap proyek yang diusulkan dalam rangka membantu menjawab berbagai pertanyaan mengenai dampak proyek terhadap masyarakat dan pemangku kepentingan proyek. Alat yang sama juga membantu mengidentifikasi risiko proyek dan menilai keberlanjutan jangka panjang.

Secara khusus, manfaat dari alat ini adalah:

  1. Menentukan eksekusi sebuah proyek.
  2. Memperkirakan dampak fiskal.
  3. Memastikan pengaturan untuk pemulihan biaya yang efisien dan adil.
  4. Menilai dampak lingkungan yang potensial serta kontribusinya terhadap pengurangan kemiskinan.

Apa itu ERR?

ERR digunakan sebagai statistik ringkasan untuk menggambarkan pembenaran ekonomi untuk investasi yang diusulkan berdasarkan keuntungan ekonomi yang diproyeksikan. ERR berfungsi sebagai ukuran dampak suatu proyek terhadap standar materi hidup bagi pemangku kepentingan proyek, dengan mempertimbangkan nilai absolut dari biaya dan manfaat dari waktu ke waktu.

Perhitungan ERR menggunakan “discount rate” yang menunjukkan nilai sekarang dari laba bersih yang diharapkan pada tahap awal proyek. Keuntungan ekonomi adalah mengenai biaya dan manfaat sosialnya. Semakin tinggi nilai manfaat relatif terhadap biaya, semakin tinggi ERR tersebut. 

Pencantuman Dampak Lingkungan untuk Proyek Kemakmuran Hijau

MCA-Indonesia percaya bahwa lingkungan tidak hanya sebagai objek yang harus dilindungi, tetapi juga merupakan faktor kunci dalam produksi manfaat ekonomi dan menghindari biaya ekonomi. Proyek Kemakmuran Hijau mempromosikan keterkaitan antara investasi ekonomi dan sumber daya lingkungan.

Estimasi nilai manfaat lingkungan sangat bergantung pada pendekatan penilaian yang digunakan dalam menentukan kriteria seleksi. 

 

ESP

Jaminan Lingkungan Hidup dan Sosial (ESP)

Melalui kegiatan proyeknya, MCA-Indonesia bertujuan memaksimalkan manfaat lingkungan hidup dan sosial bagi seluruh warga Indonesia - termasuk perempuan, masyarakat adat, dan kelompok rentan - serta meminimalisir dampak yang merugikan masyarakat dan lingkungan.  Seluruh kegiatan MCA-Indonesia patuh terhadap Kerangka Kerja Sistem Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Sosial MCA-Indonesia (ESMS). 

Kerangka Kerja ESMS diatur berdasarkan undang-undang dan Peraturan Lingkungan Hidup Pemerintah Indonesia, Panduan Lingkungan Hidup MCC, Kebijakan Gender MCC, dan Standar Kinerja Korporasi Keuangan Internasional mengenai Lingkungan Hidup dan Keberlangsungan Sosial. Dalam pendanaan sebuah proyek, jaminan lingkungan hidup dan sosial ini harus diintegrasikan ke dalam desain dan implementasi semua proyek serta komponen proyek, dengan cara memenuhi semua kriteria Kerangka Kerja ESMS MCA-Indonesia dan persetujuan MCC.

Dokumen TIER-1 dapat diunduh di sini

Dokumen TIER-2 dapat diunduh di sini

 

SGI

Inklusi Sosial dan Gender (SGI)

MCA-Indonesia mewajibkan implementasi Rencana Integrasi Sosial dan Gender Compact (MCA-Indonesia SGIP) dan mengkonsolidasikan seluruh proyek yang relevan dan kegiatan yang diusulkan pada subjek gender dan orang rentan untuk memastikan keterlibatan dan partisipasi mereka baik dalam akses yang setara juga manfaatnya. SGIP adalah alat operasional untuk melakukan sistemasi dan memastikan inklusi sosial dan integrasi kesetaraan gender di seluruh proyek dan kegiatan Compact.

Unit Lingkungan dan Kinerja Sosial (ESP) akan bekerja sama dengan Unit Inklusi Sosial dan Gender (SGI) bagi risiko sosial dan gender serta inkorporasi isu-isu terkait gender ke dalam pengamanan dan langkah-langkah mitigasi dalam Hibah Compact, termasuk Proyek Kemakmuran Hijau.

Rekomendasi awal dan isu-isu ini telah dimasukkan ke dalam rencana proyek yang sedang berlangsung, kerangka acuan, dokumen penawaran, dan pengaturan serta dokumentasi proyek lainnya, dengan dana khusus untuk memastikan keterlibatan sumber daya dan masukan teknis dalam setiap kegiatan proyek. Selain itu, beberapa kesenjangan lintas sektoral dan ketidaksetaraan telah diidentifikasi di tingkat kebijakan, kelembagaan dan masyarakat, yang dapat mempengaruhi kelompok-kelompok marginal dan kemampuan perempuan untuk berpartisipasi dan mengambil manfaat dari kegiatan Compact.

Dokumen lengkap dapat di unduh di sini.