Capaian

Berikut sejumlah capaian Proyek Kemakmuran Hijau per Maret 2017:

  • 1.596 orang telah mengikuti pelatihan Sistem Informasi Geografis dan pemetaan partisipatif.
  • 114 desa di Muaro Jambi dan Merangin (Jambi) serta Mamasa dan Mamuju (Sulawesi Barat) telah mendapatkan dukungan pemetaan batas desanya secara partisipatif.
  • 13 kabupaten telah memiliki Sistem Informasi Manajemen Geospasial yang mengintegrasikan proses perijinan dengan Rencana Tata Ruang (RTRW) Kabupaten
  • Penandatanganan nota kesepahaman dengan BRG pada 6 Maret 2017. Kerja sama dengan nilai hingga Rp 53,4 miliar (US$ 4 juta) dari MCA-Indonesia ini bertujuan mendukung pencapaian target BRG.
  • 42.844 petani kakao, 111 petani sawit, dan 58 petani karet menjalani pelatihan untuk meningkatkan produktivitasnya tanpa merusak lingkungan.
  • 8.683 orang mendapatkan pelatihan melalui skema Hibah PSDABM. 59 lahan percontohan telah dibangun.
  • 175 hektar lahan wanatani sudah direstorasi.
  • 52 perjanjian hibah terkait energi terbarukan telah ditandatangani, terdiri dari 19 penerima Hibah Pendanaan Bersama Energi Terbarukan (11 hibah penuh dan 8 Hibah Bantuan Teknis), 12 pelaksana Hibah Energi Terbarukan untuk Masyarakat (4 hibah penuh dan 8 Hibah Bantuan Teknis), dan 21 penerima Hibah PSDABM. Fasilitas yang mereka bangun akan memiliki kapasitas terpasang setidaknya 27.317 kW dan menerangi lebih dari 7.715 rumah tangga. Teknologi yang digunakan beragam, yakni tenaga surya, air, biomassa, dan biogas.
  • 27 Penerima Hibah PSDABM bekerja dalam portofolio perhutanan sosial, dengan luas wilayah kelola yang dapat mencapai 120.000 hektar, dan mencakup seluruh skema Perhutanan Sosial: hutan kemasyarakatan (HKm), hutan desa, hutan tanaman rakyat (HTR), hutan kemitraan, hutan adat dan hutan rakyat. Lokasi Hutan Adat di Jambi dan lokasi Hutan Kemasyarakatan di Kapuas Hulu adalah lokasi proyek Perhutanan Sosial yang didukung MCA-Indonesia dan telah ditetapkan Presiden dan Menteri KLHK di bulan Januari dan Maret 2017.
  • 7 Pusat Keunggulan telah terbentuk di perguruan tinggi anggota Konsorsium PETUAH, yakni Universitas Udayana (energi terbarukan berbasis masyarakat), Universitas Jambi (pengelolaan daerah aliran sungai dan tenaga air), Universitas Hasanuddin (manajemen cerdas dalam tata guna lahan), Universitas Nusa Cendana (pertanian lahan kering), Universitas Sriwijaya (konservasi gambut dan peningkatan produktivitas), Universitas Mataram (pertanian berbasis ketahanan iklim), dan IPB (keberlanjutan pengetahuan).
  • 337 produk pengetahuan telah terkumpul dalam Sistem Informasi Manajemen Pengetahuan Hijau, terdiri dari antara lain ulasan teknis, kertas kebijakan, praktik cerdas, modul pelatihan, lembar fakta, serta prosedur operasional standar.
  • 2.439 orang mendapat pelatihan yang didanai Hibah Pengetahuan Hijau, dengan topik terentang dari penganggaran hijau, pengelolaan kawasan pesisir rendah karbon, pengolahan limbah biogas, wirausaha hijau, hingga sertifikasi profesi energi terbarukan.
  • Penyebaran pengetahuan hijau telah dilakukan melalui berbagai jenis multimedia dan forum, termasuk film pendek, infografis, diskusi praktis, kunjungan lapangan dan Green Prosperity Knowledge Fair.
  • 12 Sekolah Menengah Kejuruan di Lombok didampingi untuk mengembangkan jurusan energi terbarukan.