Dari sisi penyediaan, proyek ini berupaya memperkuat kapasitas penyedia jasa layanan kesehatan agar mampu memberi pelayanan lebih baik di bidang kesehatan dan gizi.

Kegiatan ini terdiri dari:

  1. Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pekerja dan kader kesehatan untuk menyediakan konseling yang baik dalam pemberian makan bayi dan anak. Di tiap desa, diharapkan setidaknya dua kader dan satu bidan menjalani pelatihan. PMBA terdiri dari Pelatihan untuk Pelatih/Training of Trainers (Fasilitator) dan Pelatihan untuk Konselor. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pekerja dan kader kesehatan untuk menyediakan konseling yang baik dalam pemberian makan bayi dan anak. Di tiap desa, diharapkan setidaknya dua kader dan satu bidan menjalani pelatihan. PMBA terdiri dari Pelatihan untuk Pelatih/Training of Trainers (Fasilitator) dan Pelatihan untuk Konselor. 

  2. Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan

    Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan staf Puskesmas dalam mendeteksi malnutrisi pada balita dan melakukan intervensi dini terhadapnya.Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan staf Puskesmas dalam mendeteksi malnutrisi pada balita dan melakukan intervensi dini terhadapnya.

  3. Higiene dan Sanitasi

    Target kegiatan ini ialah meningkatkan jumlah rumah tangga yang menggunakan dan memiliki jamban sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat untuk menggunakan dan memiliki jamban sehat. STBM terdiri dari tiga komponen, yakni lingkungan yang mendukung (enabling environment) untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen pemangku kepentingan; penciptaan permintaan melalui pemicuan masyarakat; dan penguatan pasokan fasilitas sanitasi untuk memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi yang sehat dan terjangkau.

  4. Pembagian Gizi Mikro

    Proyek akan menyediakan gizi mikro dalam bentuk Asam Folat Besi untuk perempuan hamil, dan tepung gizi mikro (Taburia) untuk anak berusia 6-23 bulan. Tujuan utama kegiatan ini ialah meningkatkan asupan gizi yang cukup, terutama bagi perempuan hamil dan anak 6-23 bulan. Spesifikasi teknis gizi mikro ini sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

  5. Pembagian Alat Pengukuran Antropometrik

    Kegiatan ini menyediakan alat antropometrik yang terdiri dari timbangan, pengukur panjang/tinggi badan anak, dan pita ukur Mid Upper Arm Circumference (MUAC) untuk mengukur lingkar lengan atas perempuan hamil dan anak.

  6. Kemitraan Pemerintah dan Swasta (KPS)

    KPS adalah bentuk perjanjian jangka panjang antara pemerintah dan sektor swasta. Perjanjian ini menggabungkan keahlian dan aset kedua belah pihak, yang bekerja sama untuk menyediakan jasa bagi masyarakat. KPS dirancang untuk mempromosikan tujuan PKGBM, dengan memanfaatkan sumber daya sektor swasta untuk mengembangkan solusi berbasis pasar bagi upaya mengatasi kebutuhan sanitasi dan air bersih masyarakat. Ini merupakan komponen penting dalam mencegah kegagalan pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan dan gizi ibu dan anak.

    Melalui kegiatan KPS, MCA-Indonesia menyediakan Hibah Kemitraan Sanitasi Masyarakat yang akan mengatasi masalah dan mengambil kesempatan dalam bidang sanitasi, air bersih, dan higiene di tingkat masyarakat. Ini berupaya meningkatkan peran serta sektor swasta untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan dapat ditiru (replicable tentang sanitasi dan higiene. Informasi lebih lanjut tentang hibah ini dapat disimak di laman berikut: Hibah Kemitraan Sanitasi Masyarakat.