KABAR KAMI

Menggagas Terang untuk Masyarakat

MENGGAGAS TERANG UNTUK MASYARAKAT

Ditayangkan : 30 Maret 2017

Jakarta – Tak lama lagi, makin banyak masyarakat dapat menikmati aliran listrik yang lebih stabil dan ramah lingkungan. Sebab, MCA-Indonesia telah menandatangani perjanjian Hibah Energi Terbarukan Komunitas dengan empat pelaksana hibah pada Februari-Maret 2017. Mereka adalah PT Sky Energy Indonesia, PT Akuo Energy Indonesia, PT Charta Putra Indonesia, dan Konsorsium Anekatek.

Hibah ini bertujuan mempercepat akses listrik masyarakat di pedesaan dan wilayah terpencil melalui pembangunan fasilitas pembangkit dan jaringan tenaga listrik dari energi terbarukan. Fasilitas ini nantinya dimiliki, dipelihara dan dioperasikan oleh lembaga pengelola milik masyarakat yang bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyediakan listik bagi konsumsi dan kegiatan ekonomi produktif masyarakat setempat.

“Ini adalah model kerja sama yang ditunggu-tunggu, saat investor swasta dan masyarakat jadi bagian penting dalam proyek energi terbarukan,” ujar Direktur Eksekutif MCA-Indonesia, Bonaria Siahaan, dalam acara penandatanganan pertama, 10 Februari 2017.

Dalam kajian MCA-Indonesia, telah banyak proyek energi terbarukan yang kurang berhasil karena tidak melibatkan masyarakat dalam perencanaan, perawatan, dan penggunaannya. Akibatnya, selepas konstruksi, fasilitas pembangkit listrik perlahan rusak dan tak berfungsi. MCA-Indonesia berharap dengan model partisipatif yang diusungnya, pembangkit listrik akan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. Sehingga, pembangunan ekonomi lokal dapat terdorong dan terus meningkat melalui cara berkelanjutan.

“Kami berharap model ini dapat berhasil dan berkelanjutan, karena Bappenas sedang mencari model kerja sama energi terbarukan terbaik untuk direplikasi dengan anggaran negara,” ucap Hari Kristijo, Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja MCC Bappenas. “Listrik ini nantinya akan sangat berguna bagi masyarakat, serta bisa menciptakan lapangan kerja dan bisnis baru.”

Sky Energy akan membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 598 kWp di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pembangkit ini akan menyalurkan listrik untuk 3.317 orang dalam 784 rumah tangga, yang sebelumnya hanya mendapat listrik sekadarnya dari generator diesel berkapasitas 150 kW.

Direktur Sky Energy, Hengky Loa, optimistis proyeknya akan lekas rampung dan dapat beroperasi. “Kami menargetkan pada 17 Agustus 2017, saat Hari Kemerdekaan, penduduk Karampuang sudah bisa menikmati listrik dari energi terbarukan,” katanya.

Sedangkan Akuo Energy akan membangun pembangkit listrik tenaga surya kapasitas 1,2 MW di Berau, Kalimantan Timur, yakni di desa Merabu, Long Beliu, dan Teluk Sumbang. Akuo juga akan memperbaiki pembangkit mikrohidro berkapasitas 30 kW. Pembangkit listrik yang ditargetkan beroperasi pada Desember 2017 itu akan menerangi 463 rumah tangga.

Direktur Utama Akuo Energy, Christophe Jean Paul Moyon, mengatakan pembangkit listrik yang dibangunnya handal dan mudah dirawat. Dengan pelatihan yang cukup, masyarakat setempat diharapkan bisa mengoperasikan dan merawatnya, sehingga listrik yang disalurkan akan lebih berkesinambungan.

Sementara itu, pembangkit listrik biomassa 700 kW yang akan dibangun Charta Putra di Kabupaten Mentawai dirancang untuk memasok listrik pada 1.200 rumah tangga dan 35 usaha lokal di Desa Madobag, Matotonan, dan Saliguma. Proyek yang mengandalkan bambu untuk sumber listriknya ini dijadwalkan rampung pada Februari 2018.

Adapun Konsorsium Anekatek akan membangun pembangkit tenaga surya yang akan menerangi 909 rumah tangga di lima desa di Sumba Timur. Dengan kapasitas terpasang 492 kWp, Anekatek menggunakan sistem panel surya inovatif, yakni dipasang di atas pada tiang individual sehingga secara signifikan mengurangi luas tanah yang diperlukan. Sistem prabayar yang tersambung dengan telepon seluler juga akan memudahkan masyarakat dalam menggunakannya.

Pembangkit listrik yang dibangun keempat pelaksana hibah ini juga akan menerangi fasilitas umum seperti sekolah dasar, Puskesmas, Kantor Desa, dan penerangan jalan. (Bunga Manggiasih/MCA-Indonesia)