KABAR KAMI

Jihad Tokoh Lintas Agama Melawan Stanting

JIHAD TOKOH LINTAS AGAMA MELAWAN STANTING

Ditayangkan : 20 November 2017

Jakarta – Kerja sama lintas agama diyakini sangat penting untuk mencegah stanting. Sebab, para tokoh agama memiliki posisi kuat untuk menggerakkan masyarakat agar terhindar dari hal yang mengancam masa depan generasi mendatang tersebut.

“Mari jihad bersama melawan stanting. Perjuangan ini dilakukan untuk kepentingan generasi masa depan Indonesia,” kata Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, dalam Dialog Nasional Lintas Agama Cegah Stanting yang digelar MCA-Indonesia pada 14-15 November 2017. "Stanting harus dilawan, karena bisa menjadi awalan terjadinya musibah nasional. Sekarang kita berasumsi tiga puluh tahun lagi dapat bonus demografi banyaknya angkatan kerja yang produktif. Tapi kalau stanting pada anak ini tidak diatasi, yang muncul bukan bonus demografi melainkan musibah demografi."

Achmad Ishomuddin, Dosen UIN Raden Intan Lampung, mengamini pendapat Wawan. Ia menambahkan, banyak hal universal yang diajarkan semua agama, termasuk ajaran menyayangi anak-anak. “Hal-hal universal ini bisa menyatukan kita untuk memerangi stanting,” ucap Kiai yang pernah menjadi Rais Syuriah PB Nahdlatul Ulama tahun 2010-2015 itu.

Pendeta Gereja Kristen Jawa Yoel M Indrasmoro menuturkan, dialog lintas agama penting untuk menyatukan persepsi yang akan disalurkan kepada semua penceramah. Ia menambahkan, dalam teologi Kristen, orang tua berperan menjaga dan memelihara anak dengan kasih sayang, karena anak adalah pusaka dari Tuhan. “Pengakuan iman bahwa anak adalah pusaka Tuhan semestinya mendorong orang tua untuk terus memelihara rohani dan jasmani anak mereka,” katanya.

Dalam isu pencegahan stanting, keterlibatan Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah – sayap organisasi NU dan Muhammadiyah – dapat menjadi pengalaman yang dapat dibagikan pada organisasi keagamaan lainnya. Fatayat NU telah mencanangkan Barisan Nasional Cegah Stanting. Sementara, Nasyiatul Aisyiyah mengukuhkan Keluarga Muda Tangguh Nasyiah serta upaya pembekalan kader dan jejaringnya.

Selain itu, ada pula kolaborasi antara Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) bersama Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (Pelkesi) dan jejaring denominasi Kristen.

Para peserta dialog lantas sepakat membentuk Forum Lintas Agama Cegah Stanting untuk mempererat kerja sama dalam melawan stanting. Forum ini terdiri dari perwakilan Nasyiatul Aisyiyah, Fatayat NU, Pelkesi, Persagi, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Forum tersebut telah melakukan audiensi dengan Komisi Kesehatan DPR untuk membahas seriusnya masalah stanting, serta akan melakukan langkah-langkah strategis lainnya. (Bunga Manggiasih/MCA-Indonesia)

Sumber:

https://nasional.sindonews.com/read/1257370/15/tokoh-lintas-agama-sepakat-jihad-melawan-stunting-1510661630/13

http://www.suarakarya.id/detail/48543/Tokoh-Lintas-Agama-Dukung-Pemerintah-Perangi-Stunting

http://kesehatan.rmol.co/read/2017/11/28/316144/Stunting-Makin-Mengancam,-Nasyiatul-Aisyiah-Ambil-Langkah-Konstitusi-