KABAR KAMI

Fatayat NU Deklarasikan Gerakan Cegah Stanting

FATAYAT NU DEKLARASIKAN GERAKAN CEGAH STANTING

Ditayangkan : 11 Mei 2017

Palangkaraya – Fatayat, badan pemberdayaan perempuan Nahdlatul Ulama (NU), meluncurkan Gerakan Nasional Fatayat NU Cegah Stanting dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilaksanakan di Palangkaraya pada 4-6 Mei 2017. Fatayat juga mendeklarasikan Barisan Nasional Fatayat NU Cegah Stanting. Sebab, masih banyak masyarakat yang tak paham pentingnya mencegah stanting.

Padahal, stanting akan sangat berpengaruh pada potensi Indonesia mempercepat laju pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kemiskinan. Terlebih saat negeri ini memasuki era bonus demografi, yakni saat jumlah penduduk usia produktif lebih besar ketimbang penduduk usia nonproduktif. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat, proporsi penduduk usia produktif pada 2010 telah mencapai 66,5 persen. Proporsi tersebut diperkirakan terus meningkat hingga 68,1 persen pada 2028 sampai 2031.

“Dengan memperhatikan isu stanting, kami harap Indonesia bisa melahirkan generasi yang lebih baik, dan bisa mengelola bonus demografi dengan lebih baik. Ini adalah tugas Fatayat NU, yang banyak anggotanya adalah ibu-ibu muda,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Anggia Ermarini.

Langkah Fatayat NU ini difasilitasi MCA-Indonesia sebagai salah satu bentuk upaya mengadvokasi pencegahan stanting di tingkat nasional. Sayap organisasi masyarakat terbesar di Indonesia tersebut akan mendorong pencegahan stanting di daerah kerjanya, yang berada di 26 provinsi.

Sebelumnya, selama 2013-2015, Fatayat NU menjalankan percontohan pencegahan stanting dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) di Kabupaten Brebes. Para tokoh agama di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa dilibatkan di dalamnya. Mereka diberi pelatihan agar dapat mensosialisasikan pencegahan stanting dalam pengajian.

Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Subandi Sardjoko, mengapresiasi langkah Fatayat NU tersebut. “Saya mengharapkan Barisan Nasional ini dapat menjadi motivator perbaikan gizi, baik di kalangan keluarga nahdliyin maupun keluarga-keluarga lainnya,” ucapnya dalam sambutan pada pembukaan Rakernas Fatayat NU.

Subandi mengatakan pemerintah memiliki komitmen tinggi dalam mencegah stanting dan masalah gizi lainnya. Dalam Rencana Pemerintah 2015-2019 ada tujuh indikator gizi yang diprioritaskan tak hanya oleh Kementerian Kesehatan, namun terintegrasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya. Percepatan perbaikan gizi menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah 2017, sedangkan pencegahan stanting adalah prioritas nasional pada tahun 2018. (Bunga Manggiasih/MCA-Indonesia)

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/77472/rakernas-fatayat-akan-bahas-tiga-hal-prioritas dan http://www.gizitinggi.org/home/brebes-proyek-percontohan-cegah-stanting-fatayat-nu.html