Pembentukan Satuan Kerja (Satker) Pengelola Hibah MCC oleh Bappenas merupakan wujud komitmen Pemerintah Indonesia untuk menyukseskan Program Compact. Satker bertujuan untuk mempercepat dan mendukung pencapaian MCA-Indonesia serta memastikan Hibah Compact dikelola dengan serius, akuntabel, dan transparan.

Dibentuk pada tahun 2012, Satker menyiapkan Program Compact sebelum Unit Pelaksana Program, yaitu MCA-Indonesia diresmikan. Setelah entry into force MCA-Indonesia pada 2 April 2013, Satker berperan sebagai Unit Pendukung Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kedudukan Satker Pengelola Hibah MCC Bappenas diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan no. 124 tahun 2012, Peraturan Menteri Bappenas no. 2 tahun 2012, serta Peraturan Pemerintah no. 45 tahun 2013.

Satker berperan besar dalam beragam tahapan kegiatan Compact, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  1. Tahap Perencanaan
    • Menyiapkan beragam regulasi untuk entry into force MCA-Indonesia
    • Mendukung pembentukan Lembaga Wali Amanat dan Majelis Wali Amanat MCA-Indonesia
    • Merekrut sepuluh orang personil kunci MCA-Indonesia, termasuk Direktur Eksekutif dan jajaran Direksi
    • Melakukan pelelangan sesuai peraturan pengadaan barang/jasa
  1. Tahap Pelaksanaan
    • Melakukan administrasi pencatatan Hibah Compact
    • Melaksanakan proses penggantian pajak, karena perjanjian hibah mensyaratkan kegiatan Compact tidak dapat dikenakan pajak
    • Koordinasi lintas lembaga dan pemerintah daerah untuk mendukung implementasi Program Compact
    • Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Compact
    • Menerbitkan majalah Compact
  1. Tahap Penutupan
    • Menyiapkan transisi perubahan kelembagaan MCA-Indonesia setelah akhir program pada 2018, antara lain dengan menelaah kelembagaan Dana Perwalian untuk memastikan keberlanjutan model pengelolaannya