/assets/uploads/GP-600x400-1024x359.jpg
HIBAH COMPACT

Hibah Compact merupakan salah satu pilar utama Kemitraan Komprehensif Amerika Serikat – Indonesia. Program Compact ini bertujuan mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan diselenggarakan selama 5 tahun, pada periode 2013-2018. Dana hibah digunakan untuk membiayai tiga proyek, yaitu: Kemakmuran Hijau, Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stanting, dan Modernisasi Pengadaan.

Setelah proses seleksi yang kompetitif, Indonesia terpilih sebagai penerima Hibah Compact. Bertempat di Bali pada 19 November 2011, perjanjian hibah bertajuk Millennium Challenge Compact Grant Agreement ditandatangani oleh Pemerintah Amerika Serikat, yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton, dan Pemerintah Indonesia, yang diwakili Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo. Indonesia menjadi pemegang program Compact yang merupakan komitmen terbesar Amerika Serikat dalam tiga dekade terakhir untuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyambut baik Hibah Compact karena adanya kesamaan misi antara pemerintah dan Millennium Challenge Corporation (MCC) untuk menanggulangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, program hibah MCC sejalan dengan prinsip Jakarta Commitment, yang ditandatangani Pemerintah Indonesia pada 19 Januari 2009 dan diadopsi oleh 26 mitra pembangunan Indonesia. Berdasarkan perjanjian ini, Indonesia bersama mitra pembangunan akan bersama-sama memperkuat kepemilikan (ownership) negara penerima bantuan pembangunan, serta memaksimalkan dampak negatif bantuan pasca kekurangan dana Official Development Assistance (ODA).

Berbeda dengan pemberi hibah pada umumnya, MCC memberi keleluasaan dan wewenang bagi negara mitranya untuk mengembangkan gagasan program dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan. Keterlibatan banyak pemangku kepentingan ini, baik dari kementerian/lembaga, akademi, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat madani (civil society organization, CSO), merupakan hal baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perancangan program hibah dari mitra asing.